Frekuensi Ilegal Didenda Rp 400 Juta

TERUS TUMBUH: Bentuk tower bisa dilihat dengan kasat mata. Hal itu berbeda dengan frekuensi dan jaringan yang hanya ada di dunia maya.

RADAR JEMBER.ID – Perkembangan dunia teknologi sudah semakin pesat. Kegunaan frekuensi pada dunia maya juga semakin padat. Nah, bagi warga yang biasa menggunakan jaringan ilegal, sebaiknya berhenti mulai sekarang. Bila tidak, bisa saja dipenjara empat tahun dan denda Rp 400 juta.

Pentingnya frekuensi pada dunia maya disampaikan Kabid Informasi dan Publikasi Habib M Salim, melalui Kasi Tower dan Frekuensi Erwin Prasetyo di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Jember. “Itu penting, karena frekuensi digunakan banyak hal, termasuk pesawat,” ucapnya.

Dia mencontohkan, frekuensi yang mudah dibikin sendiri adalah saluran radio ilegal. Frekuensi radio tanpa izin, kata dia, bisa mengganggu sistem lain apabila jaringannya berbenturan. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tak lagi membuat atau menggunakan frekuensi ilegal.

Diskominfo Jember, imbuh Erwin, sejauh ini ikut memantau frekuensi tersebut. Hanya saja, jika terdapat pelanggaran dan sebagainya, eksekusi seluruhnya ada pada kewenangan Badan Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi yang ada di Surabaya.

“Penentu apakah frekuensi radio melanggar atau tidak sepenuhnya menjadi kewenangan Balmon. Kalau datang ke daerah-daerah, biasanya berkomunikasi dengan Diskominfo,” jelasnya.

Erwin juga mengatakan, bila masyarakat menemukan keberadaan radio ilegal, mereka bisa mengadukan ke pihak berwenang. Para pelaku yang diketahui melanggar ketentuan frekuensi tersebut, dia menyarankan, agar segera bertaubat. Sebab, dapat dikenakan sanksi penjara dan denda. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih