Sistem Zona Jangan Rugikan Sekolah Swasta

MINTA EVALUASI: Kepala SMP Katolik Santo Petrus Jember Mateus Sarjiya.

RADARJEMBER.ID- Sudah dua tahun ini pemerintah memberlakukan sistem zonasi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sistem yang mengedapankan jarang tempat tinggal dengan sekolah ini berlaku untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, di lembaga pendidikan milik pemerintah.

Kepala SMP Katolik Santo Petrus Jember Mateus Sarjiya menilai, penerapan sistem zonasi ini kurang menguntungkan dalam perekrutan PPDB di sekolah swasta. Karena untuk mendapatkan siswa baru harus menunggu mereka yang tidak diterima di sekolah negeri.

Menurutnya, sejak pertama kali PPDB menggunakan sistem zona diberlakukan, jumlah murid baru kelas VII di SMP Katolik Santo Petrus mengalami penurunan hingga 50 persen. Bahkan, kata dia, ada beberapa sekolah di kabupaten lain yang terpaksa gulung tikar. Ini salah satu imbas pelaksanaan sistem zonasi,” ungkap Mateus.

Menyikapi hal ini, pria asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta itu mengimbau pemerintah agar sistem zonasi dievaluasi. Harapannya tidak sampai merugikan sekolah swasta. Dia juga mengusulkan, pemerintah daerah melibatkan sekolah swasta saat PPDB agar memiliki porsi yang sama dengan sekolah negeri. “Sebab tujuannya sama, sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya.

IKLAN

Pendapat berbeda justru disampaikan masyarakat. Heri Sugiono, warga Jalan Rambutan, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, menilai sistem zona tersebut menguntungkan masyarakat. Karena, sekolah anak bisa lebih dekat dengan tempat tinggal. “Orangtua juga tidak terbebani jauhnya jarak antara rumah dan sekolah seperti ketika belum memakai sistem zona ini,” jelasnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih