Peternakan Bisa Dongkrak PAD

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Adanya potensi masyarakat yang mengembangkan kampung ternak disambut antusias Pemkab Bondowoso. Harapannya, Bondowoso sebagai lumbung ternak ke tiga di Jatim bisa membangun Peternakan Modern. Dengan demikian, peternakan ke depannya bisa menjadi pengungkit PAD Bondowoso.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar mengatakan, pihaknya melihat langsung di lapangan. Peternakan di Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel itu dikelola secara modern. Semangat masyarakat itu menjadi motivasi Pemkab Bondowoso untuk selanjutnya melakukan intervensi dalam bentuk anggaran. “Sehingga selama Bondowoso sebagai lumbung ternak betul-betul menjadi ikon daerah,” tegasnya.

Agar bisa menjadi pengungkit PAD, tentunya dibutuhkan pembangunan ternak dari hulu sampai ke hilir. Karenanya, pemkab harus fokus dan membangun peternakan dengan skala prioritas. Mulai pengelolaan ternak, penjualan, sampai pengolahan limbah terbaik dibangun sistem yang bagus. Ketika sudah terbangun potensi ternak dari hulu sampai hilir, maka investor tidak segan-segan masuk ke Bondowoso.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Murjana mengatakan, populasi ternak kambing dan sapi di Bondowoso sangat banyak. Dia mendata, khusus untuk sapi pada 2018 ada sekitar 224 ribu ekor. Untuk jumlah kambing tentunya lebih banyak lagi. Tak heran jika Bondowoso menjadi lumbung ternak. “Tidak hanya satu tempat, di beberapa tempat masyarakat sudah memulai merawat ternak dengan modern,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kabid Kesehatan Hewan  drh Cendy Herdiawan. Dia melihat potensi peternakan modern harus terus didorong. Memang di Bondowoso belum banyak masyarakat yang mengelola ternak secara modern. Kebanyakan masih sistem tradisional. Dia mencontohkan, penggemukan sapi selama ini tidak pernah menghitung. “Bagaimana biaya pakan, seberapa lama merawat, keuntungannya berapa. Jika sistem modern, seluruhnya terdata dan terhitung,” ucapnya.

Dijelaskannya, penggemukan sapi dan kambing ada perhitungannya sendiri. Karena itu, ketika bekerja merawat ternak, setiap harinya pengeluaran pakan sampai perawatan, harus terhitung. Dia melihat, ketika ada kampung ternak sangat bagus. Namun memang harus diluaskan. Dengan menjalin mitra masyarakat di berbagai kecamatan, hal itu menjadi inisiasi untuk menularkan. Masyarakat kemauannya sangat besar. “Pemerintah harus mendukung agar bisa lebih besar lagi,” tegasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto