Penjudi yang Gadaikan Istri Juga Sempat Jual Anak kandung Rp 500 Ribu

SERING DIANIAYA: Lasmi, istri pelaku mengakui perbuatan pelaku Hori sering menganiaya dirinya. Bahkan sempat dipaksa menipu Hartono lewat sambungan telepon

RADARJEMBER.ID – Di balik hubungan rumah tangga Hori dan Lasmi ternyata banyak kisah pilu bagi Lasmi. Dia sering dianiaya dan sakit hati atas kelakuan suaminya yang sering berjudi. Hal itulah yang membuat Lasmi berpaling dan memilih hidup dengan Hartono, setahun lebih.

Lasmi sudah tinggal bersama dengan pihak penerima gadai, Hartono. Terlebih, keduanya tinggal dalam waktu kurang lebih setahun. Hubungan mereka memang dilatarbelakangi hutang piutang, namun Lasmi mengaku sudah tidak betah hidup dengan Hori yang dikenal penjudi dan temperamen.

Dari pengakuannya, Hori sering memukul Lasmi dengan tangan kosong. Bahkan pernah menggunakan celurit. Hori juga disebut tak bertanggung jawab. Sebab, pernah menjual anak kandungnya sebesar Rp 500 ribu saat berumur 10 bulan dulu.

Kapolres Lumajang Muhammad Arsal Sahban menuturkan ada kemungkinan Hori juga terjerat kasus kekerasan dalam rumah tangga. “Saya akan terus dalami kasus yang sangat kompleks ini,” tegasnya.

Sementara Kapolsek Gucialit, AKP Rudi menerangkan bahwa pihaknya belum pernah mendapati laporan atas kejadian KDRT tersebut. “Tabir ini baru terungkap setelah bapak Kapolres menginterogasi secara langsung terhadap korban,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, tak hanya bertindak bejat membacok orang sampai tewas. Hori, warga Jenggrong Kecamatan Ranuyoso ini ternyata juga menggadaikan istri. Alih-alih untuk usaha tambak dan ternak ayam, tetapi juga digunakan untuk berjudi sabung ayam.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pernikahan Hori dan Lasmi di Medan mengalami kesulitan secara ekonomi. Akhirnya, Hori berhutang pada seseorang yang bekerja di Malaysia, Hartono. Dia hutang Rp 120 juta untuk tambak udang.

Dia berdalih usahanya bangkrut. Tambak udang di Banyuwangi tekor dan gulung tikar. Sempat beberapa kali panen, tapi akhirnya gulung tikar. Pun juga ternak ayamnya habis terserang flu burung.

Saat berhutang itulah, ternyata yang dijadikan jaminan istrinya. Selayaknya digadaikan. Lasmi pun akhirnya ikut Hartono. Hori ke Banyuwangi. Singkat cerita, Hori yang dikenal sering berjudi ini ingin mengambil istrinya yang setahun lebih hidup bersama Hartono di Desa Sombo.

Dia berniat membunuh hartono agar bisa mengambil istrinya. Dan hutangnya lunas. “Pembunuhan itu salah sasaran. Motifnya adalah hutang piutang dengan jaminan istri pelaku,” ujar Hasran Cobra Kasatreskrim Polres Lumajang.

Ternyata yang dibabat adalah Muhammad Hola. Saat Hola mencari sepatu anaknya, Hori tiba-tiba langsung membacok. Korban luka serius bagian punggung dan langsung meninggal.

Saat dilakukan pemeriksaan di Polres Lumajang, Hori mengakui semua perbuatannya. Dia tidak tahu jika salah sasaran. Dia hanya ingin merebut kembali istrinya yang selama ini hidup bersama Hartono.

Kasus penggadaian istri inipun sampai viral. Kapolres Lumajang, Arsal Sahban mengatakan kasus ini tak hanya sebatas kriminal. “Ini persoalan sosial seperti moral dan etika,” ujarnya.

Tentu kondisi ini membuat keluarga korban tak terima. “Tiba-tiba dia Hori tanpa bertanya langsung membacok Hola. Setelah membacok, saya tanya apa alasannya. Setelah dia melihat wajah Hola, Hori bilang salah orang. Kami ingin tersangka dihukum mati,” kata Holi yang merupakan kerabat korban.

IKLAN

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Istimewa

Editor : Hafid Asnan