Penjudi Gadaikan Istri, Untuk Usaha Tambak

Ingin Rebut Kembali, Bacok Orang Salah Sasaran HIngga Tewas

DIINTEROGERASI: Hori, tersangka yang membacok Muhammad Hola, warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit Lumajang mengakui perbuatannya. Dia juga terus terang telah menggadaikan istrinya.

RADARJEMBER.ID – Tak hanya bertindak bejat membacok orang sampai tewas. Hori, warga Jenggrong Kecamatan Ranuyoso ini ternyata juga menggadaikan istri. Alih-alih untuk usaha tambak dan ternak ayam, tetapi juga digunakan untuk berjudi sabung ayam.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pernikahan Hori dan Lasmi di Medan mengalami kesulitan secara ekonomi. Akhirnya, Hori berhutang pada seseorang yang bekerja di Malaysia, Hartono. Dia hutang Rp 120 juta untuk tambak udang.

Dia berdalih usahanya bangkrut. Tambak udang di Banyuwangi tekor dan gulung tikar. Sempat beberapa kali panen, tapi akhirnya gulung tikar. Pun juga ternak ayamnya habis terserang flu burung.

Saat berhutang itulah, ternyata yang dijadikan jaminan istrinya. Selayaknya digadaikan. Lasmi pun akhirnya ikut Hartono. Hori ke Banyuwangi. Singkat cerita, Hori yang dikenal sering berjudi ini ingin mengambil istrinya yang setahun lebih hidup bersama Hartono di Desa Sombo.

Dia berniat membunuh hartono agar bisa mengambil istrinya. Dan hutangnya lunas. “Pembunuhan itu salah sasaran. Motifnya adalah hutang piutang dengan jaminan istri pelaku,” ujar Hasran Cobra Kasatreskrim Polres Lumajang.

Ternyata yang dibabat adalah Muhammad Hola. Saat Hola mencari sepatu anaknya, Hori tiba-tiba langsung membacok. Korban luka serius bagian punggung dan langsung meninggal.

Saat dilakukan pemeriksaan di Polres Lumajang, Hori mengakui semua perbuatannya. Dia tidak tahu jika salah sasaran. Dia hanya ingin merebut kembali istrinya yang selama ini hidup bersama Hartono.

Kasus penggadaian istri inipun sampai viral. Kapolres Lumajang, Arsal Sahban mengatakan kasus ini tak hanya sebatas kriminal. “Ini persoalan sosial seperti moral dan etika,” ujarnya.

Tentu kondisi ini membuat kelurga korban tak terima. “Tiba-tiba dia Hori tanpa bertanya langsung membacok Hola. Setelah membacok, saya tanya apa alasannya. Setelah dia melihat wajah Hola, Hori bilang salah orang. Kami ingin tersangka dihukum mati,” kata Holi yang merupakan kerabat korban. 

IKLAN

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Istimewa

Editor : Hafid Asnan