Untuk Bantu Cegah Stunting

Mahasiswa Keperawatan Unej Gelar Festival Kesehatan

PEDULI: Beberapa mahasiswa Program Studi Profesi Ners FKM Unej saat melakukan pemeriksaan kesehatan warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti.

RADAR JEMBER.ID – Mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang tergabung dalam Keperawatan Komunitas Program Studi Profesi Ners angkatan 22 menggelar Festival Kesehatan bertajuk Bhiru Daun Panti, Sehat, Kreatif, dan Mandiri di halaman Kantor Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Jember (16/6).

Menurut Gafinda Andri Aswari, ketua panitia kegiatan tersebut, gizi buruk menjadi pintu masuk menuju kondisi sunting. Sementara itu, gizi buruk dapat disebabkan oleh faktor keterbatasan ekonomi, pola asuh yang salah, serta sanitasi dan akses terhadap air bersih yang buruk. “Dari hasil praktik dan pengamatan kami selama dua bulan lebih di tujuh desa di Kecamatan Panti, kami menemukan masih ada balita yang status kesehatannya berada di garis merah atau kurang gizi,” ujar4nya.

Dia mencontohkan di Desa Pakis saja, terdapat 20 bayi yang tergolong kurang gizi. Jika kondisi ini dibiarkan, kata dia, maka balita-balita bisa terkena stunting. “Tidak hanya secara fisik mereka pendek, namun perkembangan otaknya juga tidak maksimal,” tutur mahasiswi yang akrab dipanggil Finda ini.

Untuk itu, Finda dan koleganya sesama peserta mata kuliah Keperawatan Komunitas rutin mendampingi warga tujuh desa di Kecamatan Panti. Selain itu, mereka turut berpraktik memberikan pelayanan kesehatan bagi warga sekitar di Puskesmas Panti. Pendampingan yang dilakukan di antaranya memberikan penyuluhan kesehatan ibu dan anak di setiap kali layanan posyandu dibuka.

Salah satu bentuk penyuluhan mahasiswa tersebut, lanjut dia, pemberian dan pembuatan makanan bergizi yang bersumber dari potensi lokal, yang keseluruhan rangkaian kegiatannya berpuncak di ajang Bhiru Daun Panti, Sehat, Kreatif dan Mandiri di halaman Kantor Desa Kemiri. Selain menggelar senam bersama, ada juga pemeriksaan kesehatan gratis, dan lomba kreasi makanan sehat berbasis potensi lokal. Kegiatan itu diikuti oleh perwakilan dari tiap desa di Kecamatan Panti, bekerja sama dengan puskesmas setempat.

Tujuh tim berlomba menampilkan ide kreatif mereka dalam mengolah bahan makanan yang ada di sekitarnya. Misalnya saja tim Desa Kemuningsari Lor membuat kue brownies kukus dari daun kelor, tim Desa Kemiri menampilkan kue bola-bola singkong keju, tim dari Desa Pakis dengan puding ubi ungu. Sementara itu, ibu-ibu Desa Suci membuat dawet kelor.

Selama ini, lanjut dia, daun kelor banyak ditemui di desa tersebut. Namun, hanya dikonsumsi sebagai sayur saja, atau bahan masker untuk wajah. Tetapi setelah mendapatkan penyuluhan dan pendampingan dari mahasiswa, pihaknya jadi tahu jika banyak bahan makanan yang memiliki kandungan gizi yang bagus buat balita. “ Seperti ubi ungu dan daun kelor yang banyak tumbuh di sekitar rumah kami,” tambah Sri Wahyuni, dari tim Desa Kemuningsari Lor.

Sementara itu, Siswoyo, koordinator perawat di Puskesmas Panti mengapresiasi festival kesehatan yang dimotori oleh mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan, Universitas Jember. Menurutnya, keberadaan mahasiswa selama dua bulan lebih di lokasi kerjanya sangat membantu tugas-tugasnya, terutama di bidang keperawatan komunitas. Di antaranya memberikan penyuluhan dan pendampingan khususnya pada gejala balita kurang gizi di Kecamatan Panti.

Dari penelusuran mereka, kata dia, umumnya balita kurang gizi disebabkan keterbatasan ekonomi dan pola asuh yang salah. Seperti ibu yang lebih suka memberikan makanan dan jajanan instan kepada anak balitanya. “Dengan kegiatan festival kesehatan kali ini, diharapkan para ibu jadi sadar jika sebenarnya bahan makanan yang bergizi sebenarnya tersedia di sekitar kita, tinggal bagaimana mengolahnya,” kata Siswoyo.

Fakultas Keperawatan Universitas Jember, lanjut dia, telah bekerja sama dengan beberapa fasilitas kesehatan seperti puskesmas di Jember guna menjadi lokasi praktik bagi mahasiswanya, termasuk Puskesmas Panti. Selain praktek mata kuliah iKeperawatan komunitas, para mahasiswa juga melakukan praktik keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, dan mata kuliah praktik lainnya.

Tahun ini, kata dia, adalah tahun kedua  mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember praktik di Puskesmas Panti. Mereka dapat membantu warga dengan menjalankan program tertentu yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Seperti penyuluhan dan pendampingan untuk balita kurang gizi. “Pasalnya, mengubah kebiasaan masyarakat untuk hidup sehat dan bersih itu perlu waktu,” ungkap Siswoyo (*)

IKLAN

Reporter :

Fotografer : Istimewa

Editor : Shodiq Syarif