Kader Muhammadiyah Pimpin KPU Bondowoso

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Komisioner KPU Bondowoso periode 2014-2019 sudah purna tugas 12 Juni 2019 lalu. Kini, sudah ada lima komisioner pengganti. Mereka telah dilantik Kamis kemarin (13/6) di Hotel JW Marriot Surabaya. Seusai dilantik, kelima komisioner ini langsung menentukan pembagian divisi sekaligus Ketua KPU.

Dari hasil pleno Komisioner KPU 2019-2024, dihasilkan nama Junaidi terpilih menjadi Ketua KPU. Dia adalah petahana. Sebelumnya, dia di Divisi Hukum KPU Bondowoso 2014-2019. Selain itu, Junaidi adalah kader Pemuda Muhammadiyah Bondowoso dan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bondowoso.

Seusai dilantik, kelima komisioner ini mengikuti pembekalan bersama seluruh komisioner baru dari 36 kabupaten/kota. Di sela-sela pembekalan itulah, pembagian divisi dilakukan. Penentuannya dilakukan berdasarkan rapat pleno. “Untuk ketua, dalam pleno disepakati pemilihan tertutup,” jelas Amiruddin Makruf, salah seorang komisioner KPU Bondowoso.

Dijelaskannya, setelah terpilih ketua KPU Bondowoso, selanjutnya dilakukan pembagian tugas. Ada divisi teknis, parmas, perencaan dan data, serta divisi hukum. Para komisioner baru ini akan menjalankan amanah berdasarkan pembagian kinerja tersebut.

Berdasar UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Bondowoso baru akan melaksanakan pilkada pada 2024. Berbarengan dengan pileg dan pilpres. Namun, semuanya masih menunggu perkembangan berikutnya. Tentunya, saat ini para komisioner akan bertugas menuntaskan pemilu 2019. “Proses PHPU masih berlangsung. Kami juga akan melakukan pleno penetapan jumlah kursi DPRD Bondowoso,” terangnya.

Sementara itu, masyarakat memiliki harapan besar pada KPU Bondowoso. Ketua Relawan Aswaja Didit Baskariyanto mengungkapkan, harapannya komisioner saat ini semakin profesional lagi. Utamanya dalam perekrutan PPK, PPS, sampai KPPS. Sebab, kerja mereka menjadi penentu demokrasi. “Ada kerja yang panjang, harus benar-benar teliti dan benar-benar tepat pilihan,” ucapnya.

Dijelaskannya, mengenai kinerja selama ini, tentunya tantangan bagi Bondowoso bisa dianggap berat. Sebab, topografi di Bondowoso terdiri atas gunung-gunung. Tentunya akan menyulitkan.

Didit juga berharap ada sosialisasi yang lebih bagus lagi, sehingga masyarakat semakin paham dengan pemilu. Selama ini Didit menganggap, pemahaman masyarakat belum menyeluruh. Utamanya tentang berbagai tahapan. “Tingkat kehadiran memang sudah melampaui target, namun sosialisasi peserta pemilu harus lebih gencar dilakukan. Masyarakat belum sepenuhnya paham tentang proses pemilu,” tegasnya. (*)

IKLAN

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto