Wisata Menunggang Kuda di Puger

Sehari Bisa Rp 1 Juta

BANYAK PEMINAT: Wisata naik kuda di pinggir pantai masih diminati sebagian kalangan masyarakat, salah satunya tampak di pinggir Pantai Pancer, Puger. Dalam sehari, pemilik kuda bisa memperoleh ratusan ribu rupiah.

RADAR JEMBER.ID – Libur hari raya Idul Fitri yang relatif lebih panjang dari biasanya membuat masyarakat memilih untuk memanfaatkannya dengan berlibur ke tempat wisata. Salah satunya ke pantai. Pangsa pasar inilah yang ingin disasar oleh para pemilik kuda, dengan menawarkan kepada para wisatawan untuk menunggang kuda di sepanjang bibir pantai.

Hal ini dilakukan oleh Wiwit dan Dani, warga Desa Taman Sari, Wuluhan, yang sengaja membawa dua ekor kudanya untuk disewakan kepada pengunjung Pantai Pancer, Puger. Ini adalah tahun kedua dirinya membawa kudanya untuk mencari rezeki di pantai tersebut. “Sekali naik kuda, pengunjung cukup membayar Rp 15 ribu saja,” ujar Dani.

Jika penyewanya masih anak-anak, maka Dani atau Wiwit akan menuntun kuda tersebut demi alasan keamanan. Sama halnya dengan penyewa dewasa yang masih belum mahir mengendalikan kuda dari tali kekangnya. “Biasanya kalau yang takut naik sendiri, harus ditemani saat kuda tersebut disewa,” imbuhnya.

Dalam sehari keduanya bisa mendapat sekitar Rp 750 ribuan hingga Rp 1 juta. Hasil tersebut, kata Wiwit, juga digunakan untuk perawatan kuda, mulai dari pakan hingga kandang untuk menginap kuda. “Termasuk makannya juga harus dijamin. Dua hari sekali harus di kasih jamu seperti kopi bubuk dengan telur ayam. Kuda yang dibawa ke Puger tidak dibawa pulang ke rumahnya, tetapi terpaksa sewa rumah di sekitar Pancer agar kuda-kuda itu tidak terlalu capek,” lanjutnya.

Meski tak berlarian jauh, namun dengan medan yang berpasir pantai dan cuaca panas, maka beban yang dibawa kuda tersebut menjadi cukup melelahkan.

Pada libur Lebaran tahun lalu, dirinya sempat membawa hingga tiga ekor kuda ke Pancer. Namun, tahun ini tak semuanya dibawa. Sebab, banyak pemilik kuda yang lain, yang juga membawa kudanya demi profesi yang sama. “Sekarang ini jumlah kuda yang ada di Pancer, Puger, jumlahnya banyak dari Tempurejo, Kalisat, Rambipuji, Balung, dan Wuluhan,” lanjut Wiwit. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono