Siswa SMP Pentaskan Budaya dan Kesenian Daerah

Sampaikan Pesan Kebinekaan

BUDAYA DAERAH: Siswa SMP Katolik Maria Fatima mementaskan kesenian dan budaya daerah di acara lepas pisah siswa kelas 9 di salah satu hotel di Jember.

RADAR JEMBER.ID – Pesan keberagaman terlihat saat sejumlah siswa SMP Katolik Maria Fatima mementaskan berbagai kesenian daerah di acara lepas pisah siswa sekolah setempat, akhir-akhir ini. Acara yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kecamatan Patrang itu menyuguhkan beragam seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Ini merupakan wujud kampanye kebinekaan yang dilakukan oleh para siswa.

Kepala SMP Katolik Maria Fatima St Myriam Juniati mengatakan, sekolah sengaja mengusung tema kedaerahan untuk mengingatkan bahwa nilai kedaerahan tidak boleh ditinggalkan di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Di sisi lain, budaya dan seni daerah juga merupakan identitas bagi bangsa Indonesia yang harus dilestarikan.

“Mereka adalah generasi cerdas dan kelak akan memimpin negeri ini. Karena itu, jangan sampai nilai-nilai kedaerahan dilupakan,” katanya. Dia menambahkan, pentas seni siswa tersebut menjadi cara bagi sekolah untuk menunjukkan bahwa generasi milenial juga ikut melestarikan kesenian tradisional.

Meski di acara itu juga ditampilkan beragam hiburan kontemporer dan lagu-lagu kebangsaan, namun nuansa kedaerahan tetap ditonjolkan. Semisal, saat beberapa siswa memainkan musik ensambel dan melantunkan lagu Tanah Airku Indonesia, mereka semua mengenakan pakaian adat.

Di pengujung acara, tamu dan undangan juga disuguhi drama musikal bertajuk Minak Jinggo Lena. Lakon ini menggambarkan Minak Jinggo, seorang raja di telatah Blambangan (sekarang Banyuwangi), yang menyampaikan pesan kepada khalayak agar tak terlena oleh teknologi. Sebab, teknologi seperti mata pisau. Jika tak hati-hati, dapat melukai penggunanya sendiri. “Dalam lakon itu, pesan lainnya adalah agar generasi muda tak melupakan kesenian asli bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Acara yang juga dihadiri perwakilan dinas pendidikan dan masyarakat umum itu mendapat apresiasi. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Jember Irwan Salus menilai, pementasan yang disuguhkan para siswa luar biasa. Sebab, mereka mampu menampilkan secara apik. Selain itu, pesan yang disampaikan juga mengena. “Ini merupakan upaya menanamkan rasa cinta tanah air melalui kesenian tradisional,” jelas bekas Kepala SMPN 6 Jember itu.

Apresiasi serupa juga disampaikan Elita, warga Jalan Madura. Dia menilai, apa yang dipentaskan para siswa tersebut layak dicontoh oleh sekolah lain. Sebab, kata dia, di tengah menguatnya arus keseragaman, pesan kebinekaan yang disampaikan dalam pementasan seni dan budaya itu bisa menjadi titik balik yang menyatakan bawah Indonesia ini sangat beragam. “Tentunya hal semacam ini bisa ditiru oleh sekolah lainnya di Jember,” harapnya. (*)

IKLAN

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih