Pelaku Berdalih Tukar Tambah Kendaraan

Nonton Rekonstruksi, Motor Sempat Lenyap

DIREKONSTRUKSI: Kapolres Lumajang AKBP Dr M Arsal Sahban ketika melakukan rekonstruksi pencurian sepeda motor di Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Kasus rekonstruksi pengungkapan hilangnya sebuah sepeda motor yang terjadi di Dusun Krajan Kulon, Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, cukup menyedot antusiasme warga sekitar. Namun demikian, dibalik keramaian warga yang turut menyaksikan, rupanya masih menyisakan sejumlah pertanyaan dari warga. Bahkan, sampai ada motor penonton yang sempat lenyap.

Kasi Pemerintahan Desa Selok Besuki Ahmad Ubaidillah yang mengungkapkan, banyak warganya yang mempersoalkan lokasi rekonstruksi. Pasalnya, lokasi tempat ditemukannya motor korban tidak dilakukan oleh pihak kepolisian. “Tadi banyak juga warga yang sempat mempertanyakan kenapa saat rekonstruksi dilakukan hanya di satu lokasi, yakni tempat hilangnya motor korban,” jelas Ubaidillah.

Pertanyaan itu muncul mengingat pasal yang disangkakan kepada Sadi tersangka pencuri motor hanya pasal penadah. Menurut beberapa warganya, seharusnya pasal yang disangkakan bisa lebih dari itu. “Sesuai BAP, tadi tersangka bukan pelakunya. Pelaku hanya disangkakan penadah pasal 480. Itu sebabnya ada beberapa warga yang sempat mempersoalkan itu,” tambahnya.

Saat dicecar pertanyaan di lokasi oleh kapolres, tersangka Sadi mengaku bahwa dirinya mendapatkan sepeda motor hasil curian tersebut dari hasil tukar tambah yang dilakukan olehnya dengan orang yang tak dikenal. “Dapatnya dari tukar tambah dengan seseorang yang tidak saya kenal di pinggir kali Desa Jatisari, Kedungjajang,” kata tersangka.

Sebelumnya, motor milik Abdul Rohim sempat hilang pada Sabtu malam kemarin. Saat itu motor miliknya diparkir di depan halaman rumah Edi Usman, warga sekitar. Berselang dua hari setelah hilang, motor milik Abdul Rohim berhasil ditemukan.

Tersangka diketahui membawa motor miliknya saat digunakan untuk berkunjung Lebaran pada Senin (10/6) sore, tak jauh dari rumah korban. Lantas korban langsung mengambil motor miliknya. Istri tersangka sempat syok mengetahui motor yang dibawa suaminya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Dr Muhammad Arsal Sahban menegaskan, pihaknya berjanji akan mengembangkan kasus ini untuk mencari tahu dan membongkar sindikat pencurian sepeda motor di wilayah kerja hukumnya. Arsal juga mengimbau agar masyarakat Lumajang lebih waspada dan utamanya menghindari transaksi jual beli kendaraan yang menawarkan harga sangat murah. “Kasus ini akan saya dalami dan apakah pelaku ini memang benar mendapatkannya dari tukar tambah atau pelaku langsung barang curian,” ujar Kapolres.

Uniknya, pada waktu yang sama, sepeda motor salah seorang warga yang sedang menyaksikan rekonstruksi sempat lenyap. Sontak kejadian tersebut menghebohkan seluruh orang yang hadir saat itu, termasuk kepolisian. Alhasil, setelah dilakukan pencarian bersama, akhirnya motor tersebut ditemukan tak jauh dari lokasi digelarnya rekonstruksi. (*)

IKLAN

Reporter : mg1

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Hafid Asnan