Tak Dibayar, Pekerja Lapor Disnaker

ADU NASIB: Halimatus Sakdiyah mengadu ke Disnaker Jember karena upahnya yang tak dibayarkan perusahaan tempatnya bekerja.

RADAR JEMBER.ID – Halimatus Sakdiyah, pekerja perusahaan swasta asal Dusun Rambutan, Desa/Kecamatan Bangsalsari melaporkan kasus yang dialaminya ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember. Perempuan 25 tahun tersebut mengaku tak mendapatkan haknya berupa satu kali gaji, di bulan Mei 2019 lalu. Selain itu, tiga bulan gaji sebelumnya juga tak sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK).

Kepada wartawan, Halimatus menjelaskan, dirinya bekerja pada sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan PT Mega Finance Cabang Jember. Perempuan tersebut bekerja sejak Januari 2019 lalu. “Saya tahunya hanya PT Mega Finance yang ada di Jalan Ikan Paus sebelah Roxy, Kaliwates. Karena penerimaannya saya di sana,” ucapnya.

Dijelaskannya, pada bulan pertama kerja, dirinya hanya diberi upah sebesar Rp 700 ribu. Upah tersebut jauh dari UMK Jember yang seharusnya sebesar 2.170.000 ribu. “Sempat saya tanyakan, katanya alasannya karena saya absen manual,” ujar Halimatus.

Selanjutnya, kerja pada bulan kedua gajinya naik dari Rp 700 ribu menjadi Rp 1,3 juta. Pada bulan ketiga juga demikian, yakni naik menjadi 1,7 juta. Sayangnya, selama bekerja pada Bulan Mei 2019 lalu, dirinya tak mendapatkan upah atau gaji sepeser pun.

“Nah, bulan keempat atau Mei itu, gaji saya belum diberikan,” jelas perempuan yang sempat dipekerjakan di sebuah gerai HP yang ada di Jalan Trunojoyo dan Jalan Jawa tersebut.

Halimatus mengaku, saat dirinya diterima bekerja, dia bersama delapan orang lain. Saat diterima, dirinya mendapat penjelasan oleh seseorang bahwa akan bekerja selama delapan jam serta dengan upah sesuai UMK. Sayang, apa yang terjadi justru menyakitkan. Selain tiga bulan pertama bekerja tak sesuai UMK, upah bulan keempat tak diberikan.

Untuk menelusuri kebenarannya, wartawan Radarjember.id mendatangi kantor PT Mega Finance Cabang Jember yang berlokasi di Jalan Ikan Paus, sebelah Roxy. Di sana, kami bermaksud menemui kepala kios, Ibu Mira. Namun, di dalam kantor yang jenisnya berupa gedung rumah toko (ruko) tersebut Radarjember.id ditemui dua pegawai perempuan.

Begitu ditanya terkait pekerja Halimatus Sakdiyah yang mengaku tak dibayar, salah seorang pekerja menyebut tak mengetahui pasti. Namun, pekerja itu menyebut, ada permasalahan sehingga Halimatus Sakdiyah tak mendapatkan bayarannya.

“Dia tidak punya iktikad baik. Kakaknya saja ambil HP (kredit) tetapi berbulan-bulan tidak dibayar,” kata salah seorang pekerja.

Status Halimatus Sakdiyah, menurut pekerja tersebut, bukan merupakan pegawai atau karyawan PT Mega Finance Cabang Jember. Akan tetapi, Halimatus Sakdiyah disebut sebagai orang yang bekerja pada perusahaan lain yang bekerja sama dengan PT Mega Finance.

Sayangnya, saat ditanya di mana kantor perusahaan lain tersebut, pekerja ini tidak mengetahuinya dan hanya menyebut ada di Jakarta. “Untuk upahnya, PT Mega Finance membayar perusahaan lain, kemudian perusahaan lain itu yang membayar pekerja (Halimatus Sakdiyah, Red),” jelas pekerja perempuan itu.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Kepala Kios PT Mega Finance Jember, Mira, belum memberikan keterangan detail terkait benar tidaknya persoalan Halimatus Sakdiyah yang tak dibayar untuk upah bulan keempatnya. Mira bahkan sempat minta tanda pengenal wartawan Radarjember.id. Namun, dirinya mengaku masih berada di luar karena ada kepentingan. Hingga berita ini ditulis, Mira yang mengatakan akan menghubungi, tak kunjung mengirim pesan singkat melalui WA-nya.

Secara terpisah, Kepala Disnaker Bambang Edi Santoso membenarkan adanya pengaduan dari pekerja Halimatus Sakdiyah. Menurutnya, berkas aduan tersebut baru diterimanya pagi kemarin. “Tadi pagi baru saya terima. Pengaduan itu akan kami pelajari dulu,” ucapnya.

Bambang menegaskan, setiap pengaduan pekerja akan ditindaklanjuti. Namun demikian, penanganan pengaduan pekerja akan dilakukan sesuai prosedur. “Nanti akan kita undang. Kita akan berusaha memfasilitasi agar pekerja dan perusahaan bisa bertemu. Langkah pertama ini sifatnya mengundang, bukan memanggil,” tegas Bambang. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Hadi Sumarsono