Disbudpar Akui Belum ada Mou Sharing Profit

Pendapatan Wisata Terancam Jeblok

ENGGAK MEMPAN: Wabup Lumajang Ir Hj Indah Amperawati ketika sidak di Selokambang. Meski jadi atensi, namun pendapatan selama Lebaran masih belum transparan.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Harapan untuk memperoleh tambahan pendapatan dari sektor wisata masa Lebaran ini terancam buntung. Sebab, kenyataannya masih jauh dari ekspektasi. Apalagi pendapatan yang berasal dari sharing profit dengan pengelolaan sejumlah tempat wisata belum jelas. Pasalnya, hingga saat ini Disbudpar Lumajang mengaku belum ada memorandum of understanding (MoU) dengan pihak terkait.

Padahal, animo masyarakat sangat tinggi mendatangi lokasi wisata saat Lebaran. Termasuk pada lokasi wisata yang dikelola desa, Perhutani maupun pokdarwis. (Selengkapnya lihat grafis).

Plt Disbudpar Lumajang Agni Megatrah yang baru bisa ditemui kemarin akhirnya sedia membeberkan kondisinya. Dia menjelaskan bahwa bentuk kesepakatan kerja sama atau MoU dengan pihak Perhutani, desa, dan pihak pengelola seperti kelompok sadar wisata (pokdarwis) masih menemui jalan buntu.

Padahal, menurut dia, MoU itulah dasar sharing profit. “Sebelum bicara pendapatan, terlebih dahulu harus ada MoU. Baik itu ditujukan kepada Perhutani, desa, dan pihak pengelola seperti pokdarwis,” kata Agni saat ditemui di ruang kerjanya, petang kemarin.

Dengan kenyataan bahwa hingga Lebaran telah memasuki hari ke-9, maka harapan untuk mendapatkan hasil sumbangan dari sharing profit terancam gagal. Hal ini jelas sangat merugikan kas daerah yang seharusnya di momen Lebaran seperti ini bisa mendapatkan tambahan lebih pendapatan. “Draf MoU dengan pihak Perhutani, desa, hingga pengelola sudah ada. Dan ini masih kita lakukan proses penjajakan,” ujar Agni.

Kendati demikian, pendapatan wisata Lebaran untuk tahun ini diharapkan mencapai angka maksimal dari tempat wisata yang dikelola langsung oleh Pemda Lumajang. Seperti Selokambang dan Water Park di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) yang masih memiliki minat dari para pengunjung. “Dua wisata itu yang menyediakan berbagai macam wahana permainan bisa menambah dan menyumbang tambahan pendapatan,” sanggahnya.

Ironisnya, saat tim media ini berusaha mempertanyakan dan meminta hasil estimasi total pendapatan wisata baik yang dikelola langsung oleh Pemkab maupun  yang dikelola oleh Perhutani, desa, dan Pokdarwis selama Lebaran, ternyata masih belum ada.

Bahkan, lebih khusus data pendapatan wisata Lebaran milik pemkab, menurut Agni, sampai saat ini jajaran Disbudpar masih melakukan proses pengerjaan. Kemungkinan selesainya data pendapatan tersebut masih memerlukan beberapa hari ke depan.

Hal ini, diakui Agni, karena seusai Lebaran ketupat langsung dihadapkan pada waktu akhir pekan. Para pengunjung diyakininya masih akan berdatangan ke wahana wisata yang dikelola oleh pemkab. “Semua data pendapatan belum ada. Kalau data pendapatan wisata milik pemkab masih dikerjakan. Apalagi selepas Lebaran ketupat sudah memasuki hari libur akhir pekan,” jelasnya. (*)

IKLAN

Reporter : mg1

Fotografer : mg1

Editor : Hafid Asnan