Korban Ternyata Warga Wonoasri

DITEMUKAN DISAWAH: Inilah jasad Ahmad Suril Huda, 18, yang ditemukan warga di tengah sawah, belakang Hotel Bandung Permai,

RADAR JEMBER.ID – Mayat yang ditemukan di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, ternyata warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo. Ini diketahui setelah polisi melakukan identifikasi dan menghimpun keterangan saksi yang datang ke kamar mayat RSD dr Sobendi Jember, Selasa (11/6) malam.

Hal ini berdasarkan surat keterangan yang ditandatangani Sugeng Priyadi, Kepala Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Selasa (11/6). Dari surat keterangan tersebut diketahui ternyata mayat itu atas nama Ahmad Sururil Huda, 18, warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Tempurejo.

Sugeng Priyadi mengatakan, jasad yang ditemukan di sawah oleh warga sudah dimakamkan, Selasa (11/6) malam. “Almarhum memang sudah tidak menetap lagi bersama keluarganya. Karena saat pergi ke mana kita juga tidak mengetahui. Dia mengalami depresi dan kami sudah pernah berkoordinasi dengan Dinsos Jember,” ujar Kepala Desa  Wonoasri.

Menurut Sugeng, bapak korban kabarnya sudah meninggal. Pastinya juga tidak diketahui. Begitu juga dengan ibunya yang kabarnya ada di Bali atau di Kalimantan, hingga kini keberadaannya tidak diketahui.

“Pada 2018 pernah menyelinap naik kapal laut dengan tujuan ke Jayapura. Bahkan, saat di tengah laut, Ahmad Sururil Huda hendak bunuh diri dengan cara melompat dari kapal. Namun bisa digagalkan,” ujarnya. Karena sudah membahayakna dirinya sendiri, ia sempat dikarantina oleh anak buah kapal lalu dikembalikan kepada keluarganya.

Memang selama ini dia tidak pernah pulang, karena memang depresi setelah tidak ada keluarganya yang mengurus mereka. “Saya baru tahu kalau ada penemuan mayat di sawah. Itu pun belum jelas apakah mayat itu warga saya. Karena dalam tas tidak ada identitas jelas,” lanjut Sugeng.

Sementara itu, Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto menyebut, korban putra dari pasangan almarhum Gono, 50, dengan Suryati, 40. Sekarang alamat ibunya belum jelas. “Sejak 2010 korban ikut keluarganya di Bali. Sekitar 2017 kembali ke Dusun Kraton bersama kerabatnya. Dalam kondisi sedikit depresi, sehingga korban tidak terurus oleh keluarga, dan meninggalkan rumah sejak akhir bulan Mei,” ujar kapolsek. (*)