Banting Setir Cari Penumpang

ALIH FUNGSI: Puluhan jukung dan perahu milik nelayan Puger tidak melaut. Nelayan memilih mengantar wisatawan yang pergi ke Pancer dan Kucur.

RADAR JEMBER.ID – Pasca hari raya banyak dimanfaatkan warga untuk pergi ke pantai. Di Pancer Puger, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, ribuan pengunjung memadati kawasan wisata itu.

Momentum inilah yang dimanfaatkan nelayan Puger untuk mengeruk keuntungan. Apalagi, belakangan ini mereka tidak berani melaut karena ombak besar.

Pantauan Radarjember.id kemarin, ada dua perahu yang mengangkut penumpang dari TPI hingga ke muara sungai Bedadung. Perahu yang biasa digunakan untuk mencari ikan itu bisa memuat banyak penumpang.

“Bukan hanya perahu, tetapi puluhan jukung juga memilih keluar untuk mencari penumpang. Lumayan, satu penumpang membayar Rp 5.000. Ongkos itu untuk transportasi ke Kucur, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan,” ujar Catur, pemilik jukung, warga Desa Puger Wetan, Puger.

Ongkos tidak diminta awal naik. Namun ketika sudah dijemput lagi, penumpang baru membayar. ”Sehingga warga yang ingin ke Pancer dan pantai Kucur, bayarnya belakangan,” ujarnya.

Dia mengakui, saat hari raya kemarin banyak jukung yang keluar, karena nelayan banyak yang enggan melaut akibat ombak besar. Mereka juga ikut mencari penumpang yang akan ke Kucur.

Sementara itu, Sutikno, 36, warga Kecamatan Pasirian, Lumajang mengaku, menggunakan moda transportasi jukung lebih efektif. Dia yang datang bersama puluhan anggota keluarganya, naik perahu ke keluarganya di Pancer. “Tiap hari raya rombongan kami datang ke Pancer – Puger,” ujar  Sutikno, didampingi Sulastri, istrinya. Jumlahnya hampir 40 orang. (*)