Usai Lebaran, Harga Bahan Pokok Stabil

Tujuh Pangkalan LPG Kena Sanksi

SEMPAT SULIT: LPG melon 3 kg sempat sulit dicari saat Lebaran 1440 H. Padahal pasokannya ditambah. Ternyata ada 7 pangkalan nakal.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Usai Lebaran 1440 H, harga barang pokok dipastikan stabil. Ada beberapa bahan yang mengalami kenaikan, namun masih dalam batas kewajaran. Selain itu, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso mencatat ada tujuh pangkalan nakal yang diberi sanksi oleh Pertamina. Tujuh pangkalan itu ditemukan menjual LPG melon di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kabid Perdagangan Diskoperibdag Suhartono mengatakan, adanya sanksi itu diberikan karena pangkalan menjual di atas HET. Pihaknya sebelum Lebaran melakukan inspeksi mendadak. Dalam tim sidak ini, ada tim dari PT Pertamina. Ternyata ada tujuh pangkalan yang menjual di atas HET. “Pertamina memberi sanksi awal, yakni pengurangan pasokan di pangkalan tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan Pergub Jatim Nomor 6 Tahun 2015, diatur HET LPG Melon 3 kg Rp 16 ribu. Penelusuran Radarjember.id, harga dari agen ke pangkalan ketika belinya di bawah 50 buah, hanya Rp 14.500 per tabung. Jika pembelian pangkalan di atas 50 buah ke atas, hanya Rp 14 ribu per tabung. Selanjutnya, pangkalan harus menjual maksimal Rp 16.000. Di bawah pangkalan, masih ada toko-toko pengecer yang harus menjual maksimal Rp 16.000.

Suhartono menambahkan, sanksi itu nantinya bisa diperberat ketika pangkalan tetap ditemukan nakal. Bisa-bisa Pertamina memberhentikan pasokan dan mencabut hak sebagai pangkalan LPG.

Sementara itu, kebutuhan di masyarakat memang masih tinggi. Hal ini karena pengguna LPG melon 3 kg tidak hanya kalangan tidak mampu. Kalangan PNS dan perhotelan masih ada yang menggunakan gas yang disubsidi ini.

Padahal, menurut Suhartono, ada Perbup Bondowoso yang melarang PNS dan orang mampu menggunakan gas bersubsidi. “Namun masih banyak yang menggunakan barang bersubsidi ini,” jelasnya.

Selain itu, catatan Diskoperindag, usai Lebaran ini pantauan pasar harga bahan pokok stabil. Adanya harga naik dan turun masih terjadi. Hal itu karena supply and demand. Namun dalam batas normal. “Kami mencatat ayam potong naik turun, cabai besar dan cabai rawit naik,” terangnya.

Daging ayam potong turun Rp 2 ribu. Awalnya Rp 35 ribu menjadi Rp 32 ribu. Itu pun permintaan masyarakat masih tinggi, sehingga untuk kebutuhan, suplai daging ayam potong didatangkan dari kabupaten tetangga. Harga ayam potong ini, mengalami kenaikan sebelum Ramadan. Selain ada yang turun, harga cabai besar justru naik Rp 3 ribu. Awalnya Rp 39 ribu menjadi Rp 42 ribu. Posisi cabai rawit juga mengalami kenaikan. Awalnya Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu. Namun, untuk cabai rawit merah, harganya mencapai Rp 20 ribu. (*)