Peserta Jalur PPDB Tidak Mampu Pasti Disurvei

DAFTAR SMA: Inilah suasana PPDB SMAN 1 Tenggarang. Dalam tiga hari ini dibuka jalur PPDB offline.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terus berlanjut. Jadwal pendaftaran offline (luring/luar jaringan) dimulai kemarin (11/6). Prosesnya berlangsung selama tiga hari. Jalur offline ini dibuka untuk pendaftar pindah tugas dan pendaftar jalur tidak mampu/anak buruh. Sekolah memastikan bahwa pendaftar jalur tidak mampu akan disurvei sampai ke rumahnya.

Waka Kesiswaan SMAN 1 Tenggarang Fren Air Majerin mengatakan, untuk PPDB jalur offline dibuka selama tiga hari, dimulai kemarin. Jalur offline ini diperuntukkan bagi orang pindah tugas. Dibuktikan dengan SK pindah tugas. Selain itu, untuk jalur tidak mampu/anak buruh. “Harus menunjukkan KIP (Kartu Indonesia Pintar, Red), dan tim kami masih melakukan survei,” jelasnya.

Survei itu guna mengetahui seluk-beluk keluarga. Mulai tanggungan keluarga sampai kondisi rumah. Hal itu sebagai wujud kebenaran keluarga penerima KIP. Selain itu, survei berguna untuk mengkroscek kebenaran data. “Kan bisa saja penerima sebenarnya mampu, namun karena ada hubungan dekat dengan penentu kebijakan, akhirnya tetap mendapatkan KIP,” terangnya.

Dijelaskannya, sesuai ketentuan, kuota untuk siswa tidak mampu kuotanya 20 persen. Termasuk di dalamnya 5 persen adalah anak dari keluarga buruh. Berbagai seleksi itu selanjutnya diinput oleh tim panitia PPDB ke Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur (Jatim).

Sedangkan untuk PPDB jalur online (daring), akan digelar pada 17-21 Juni 2019. Karenanya, saat ini para pendaftar SMA Negeri masih mengambil PIN. Selanjutnya, pada tanggal tersebut, PIN itu digunakan untuk menginput syarat pendaftaran. “Kami menyediakan pendamping di sekolah, jadi pendaftar mendapatkan panduan nantinya,” terangnya.

Selanjutnya, input data itu akan otomatis terseleksi dalam sistem pendaftaran online Jawa Timur, sehingga tim seleksinya benar-benar dari Pemprov Jatim. Dari kuota 360 kursi di SMAN 1 Tenggarang, sudah ada yang mengambil PIN sebanyak 340 pendaftar. “Itu masih belum yang jalur offline. Jadi, memang saat ini persaingannya ketat,” tegasnya.

Fren menambahkan, sistem PPDB tahun ini memang sangat ketat. Dinas Pendidikan Jawa Timur ingin membuat seluruh sekolah setara. Oleh karenanya, di Bondowoso ada tiga zonasi. Untuk Zona 1 dimulai dari Tenggarang sampai Wringin, Zona 2 dimulai dari Wonosari sampai Prajekan, dan Zona 3 dimulai dari Grujugan, Tamanan sampai Maesan. Pendaftar sedianya harus memahami pembagian zona untuk menentukan sekolah yang dituju. (*)