Berharap Target Kenaikan 35 Persen Tercapai

Komisi C Soroti Pendapatan Wisata

SUMBER PENDAPATAN : Pengunjung lokasi wisata sedang menikmati masa liburan lebaran. Merekalah salah satu sumber pendapatan yang perlu ditekan kebocorannya.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Musim lebaran menjadi musim panen bagi pengelola tempat wisata di Lumajang. Tak terkecuali bagi lokasi wisata yang dikelola oleh Pemkab Lumajang. Nah, kondisi itulah yang belakangi ini mulai jadi sorotan dewan.

Liburan lebaran memang banyak menyedot warga berdatangan ke sejumlah lokasi wisata. Termasuk wisata yang dikelola pemkab. Hal itulah yang memunculkan perkiraan bahwa pendapatan dari lokasi wisata tak sedikit.

Drs H Khusnul Khuluq, Wakil Ketua Komisi C DPRD Lumajang mengakui kepadatan pengunjung wisata selama lebaran ini. Menurutnya, potensi itu tidak seharusnya dilewatkan. Sejauh mana pengelola mendesain agar pengunjung datang juga dipertaruhkan.

Selain itu, pendapatan dari lokasi wisata juga jadi perhatian. Pihaknya tidak ingin terjadi kebocoran pendapatan selama lebaran. “Peluang dan potensi terjadinya kebocoran ya ada saja, tetapi jangan sampai terlalu tinggi. harus betul-betul ditekan dan dipersempit,” katanya.

Maka dari itu, politisi yang juga ketua DPD PKS Lumajang ini menegaskan sudah selayaknya Disbudpar membaca potensi itu. Dan segera membeberkan ke publik sebagai bentuk transparansi pengelolaan. Sebab, sekecil apapun kebocoran harus tetap dihindari.

Sementara itu, Drs Suigsan MM, Ketua Komisi C menimpali pernyataan wakilnya. Dia menegaskan ada dua lokasi wisata yang dikelola pemkab. Pertama yang dikelola pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan pariwisata. Kedua pendapatan yang sifatnya sharing atau Mou dengan pemerintah desa atau Perhutani,

Hanya ada dua yang dikelola Disbudpar. Yakni Selokambang dan KWT. Dia menegaskan jika pengawasan selayaknya ditingkatkan. Kedepan bisa menggunakan IT dan beralih pada tekhnologi. Tidak manual lagi atau sifatnya sobekan tiket masuk.

Target pendapatan selama lebaran kali ini dibanding tahun lalu menurut dia juga diharapkan tercapai. “Kenaikannya sekitar 35 persen. Target ini harus tercapai,” katanya. Sebab, dilihat dari anemo masyarakat, kali ini lebih tinggi.

Untuk wisata yang ada sharing dengan perhutani dan desa menurut dia sudah diatur tersendiri. “Tentunya sharing provit harus jelas. Baik yang dikelola desa maupun instansi lain. Harus ada kontribusinya itu,” terangnya.

Sebab, sudah ada yang dirancang detail. Termasuk MoU dengan Direksi Perhutani Probolinggo. Bahwa pendakian semeru sudah mulai ada penitipan pendapatan yang dipungut dari pendaki. “Misalkan perorang Rp 25 ribu itu bisa. Penting sesuai aturan,” tambahnya.

Dengan kondisi ini, sejatinya Radarjember.id kemarin sempat berkunjung ke Kantor Disbudpar. Tujuannya untuk mengetahui pendapatan wisata yang dikelola pemkab selama lebaran ini.

Namun Plt Disbudpar, Agni Megatra belum berhasil ditemui meski ditunggu berjam-jam di kantornya. Dengan alasan masih rapat. Wartawan koran ini sempat mengkonfirmasi lewat jaringan pribadinya, namun belum berhasil mendapatkan data pendapatan wisata. “Kalau terkait data kunjungan masih direkap teman-teman,” jawabnya singkat. (*)

IKLAN

Reporter : mg1

Fotografer : mg1

Editor : Hafid Asnan