Hobi Koleksi HP, Jadi Ladang Bisnis

BARANG BEKAS: Agus Stiawan dan dagangan casing HP di Pasar Loak, Kepatihan, Kaliwates.

RADAR JEMBER.ID – Hobi mengumpulkan benda banyak dilakukan siapa saja. Tapi tidak semuanya bisa seperti Agus Stiawan, warga Kepatihan, Kaliwates. Gara-gara suka mengumpulkan ponsel (HP) bekas, kini dirinya bisa menjadikan hobinya itu sebagai ladang bisnis.

Agus mengaku dirinya tak pernah menyangka bisa menjadi spesialis penjual casing ponsel. Namun, berkat hobinya tersebut, dia pun dapat mengais rezeki dari jualan casing ponsel. “Kalau casing HP ada banyak jenis. Mau HP yang jadul sampai HP baru ada. Tetapi semuanya bekas,” ucapnya.

Casing yang dijual Agus awalnya merupakan sebuah ponsel rusak seperti ponsel pada umumnya. Akan tetapi, dirinya cukup telaten dan mengumpulkan posel rusak miliknya atau pemberian orang. Setelah seluruhnya dirasa banyak, Agus pun mulai memutar otak untuk memindahkan barang tersebut.

“Kalau dijual ke rongsokan, harganya pasti sangat murah. Kemudian saya tanya-tanya, ternyata ada barang-barang yang bisa dijual secara berbeda,” jelas pria satu anak tersebut saat ditemui wartawan Radarjember.id, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, satu unit ponsel yang rusak memiliki sejumlah perangkat. Di antaranya aluminium, plastik, serta perangkat lain di dalamnya. Beberapa bagian itulah yang dijual berbeda oleh Agus. Sementara sisanya, yaitu casing ponsel yang ada di bagian luar dia jual terpisah di pasar loak.

Disinggung terkait harga casing bekas tersebut, Agus menjelaskan, harga casing paling murah yaitu sebesar Rp 2.500. Harga itu rata-rata untuk ponsel jadul. Sementara untuk ponsel yang lebih modern atau sejenis android, dijual dengan harga Rp 3.000 atau lebih. “Ada yang lima ribu rupiah atau lebih mahal lagi juga ada. Kalau casing HP lama, rata-rata hanya Rp 2.500 saja,” urainya.

Sementara itu, berkat hobinya, Agus yang sudah menjalankan bisnis jual casing ponsel juga belajar melakukan servis tanpa guru. Meski hasilnya tak secanggih dan secepat mereka yang mahir, namun untuk ponsel jenis tertentu dirinya juga bisa memperbaikinya. “Kalau ada HP rusak, sepanjang masih ada cadangannya, bisa saya perbaiki,” pungkas pria yang bisa menyervis HP tanpa kursus tersebut. (*)