Terkait Aksi Perampokan Di Wotgalih

Hanya Temukan Ciri-Ciri Pelaku

IDENTIFIKASI: Sejumlah polisi ketika mengecek kondisi rumah yang dirampok kawasan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Aksi perampokan yang terjadi pada Abdul Somad, warga Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, memang jadi atensi kepolisian. Namun, kawanan pelaku belum tertangkap. Kemarin, polisi hanya menemukan ciri-ciri pelakunya.

Peristiwa yang terjadi akhir pekan kemarin itu sampai membuat seisi rumah Somad terkuras. Di antaranya perampok menggondol keluar 3 unit sepeda motor jenis Scoopy dan Vario yang kebetulan masih baru. Tak hanya sampai di situ, mereka juga sempat mengambil uang sebesar Rp 5 juta dari dalam rumah korban.

Kapolres Lumajang dan jajaran Tim Cobra telah melakukan olah TKP. Kapolres mengaku bahwa pihaknya sudah mengantongi sejumlah ciri-ciri para kawanan perampok itu. Polisi berjanji, temuan ini masih terus dikembangkan. “Kalau tanda-tanda seperti ciri-ciri iya kita sudah temukan. Tapi kalau soal identitas mereka (kawanan rampok) masih belum ya,” tandas Kapolres.

Akibat kejadian ini, kapolres menjelaskan korban harus menderita puluhan juta rupiah. “Tiga motor berhasil dibawa kabur dan kunci motor saat itu masih tertancap, sehingga kemungkinan mereka langsung membawa kabur. Selain itu, mereka juga mengambil uang dari dalam rumah korban kurang lebih 5 juta,” tambah Arsal.

Kapolres berjanji akan sesegera mungkin mengungkap kasus ini terlebih menangkap para kawanan rampok yang sudah meresahkan masyarakat Lumajang. “Tentu kita ungkap kasus ini. Saya sudah memerintahkan anggota saya. Bahkan saya pun sudah turun ke lapangan untuk menelusuri jejak para pelaku,” ujarnya.

Hasil keterangan yang berhasil dihimpun menyatakan bahwa saat kawanan rampok berhasil memasuki rumah, kondisi korban saat itu sedang dalam kondisi tidur. Mereka dengan leluasa berhasil menguras barang-barang yang berada di dalam rumah.

Kawanan rampok sempat masuk ke dalam rumah tetangga korban. Namun, karena merasa salah sasaran, lantas mereka keluar yang kemudian menyasar ke rumah korban. Bahkan kawanan rampok tersebut sempat diketahui kedatangannya oleh pemilik rumah tetangga korban yang saat itu masuk ke dalam rumahnya. Beruntung mereka tidak sampai melukainya.

Salah satu di antara kawanan rampok berpesan agar pemilik rumah yang sekaligus tetangga korban diam saja jika ada sesuatu yang terjadi. Tidak lama setelah itu, mereka keluar melalui pintu belakang rumah yang kemudian menyatroni rumah Abdul Somad.

Kapolres Sindir Satgas Keamanan Desa

Peristiwa perampokan di Wotgalih menjadi pukulan telak buat aparat keamanan. Tak terkecuali pada satgas keamanan desa. Kapolres menghimbau kepada seluruh kepala desa yang ada di wilayah Lumajang agar pro aktif dalam mengefektifkan peran Satgas Keamanan Desa yang ada.

Kesadaran kepala desa diakuinya menjadi faktor terpenting dalam menghadirkan suasana aman di setiap wilayah masing-masing. “Kepala desa harus pro aktif. Harus sadar dengan fungsinya sebagai pelayan warganya. Makanya satgas harus difungsikan, diefektifkan,” sambungnya.

Bahkan untuk menunjang dan mempermudah tugas mereka, dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran dibawahnya seperti ditingkat Polsek untuk memberikan ruang kemudahan kepada pihak desa. Kelengkapan alat komunikasi seperti HT (Handy Talky) pun juga seharusnya sudah dibekalkan kepada anggota satgas.

Hal ini agar tercipta sebuah sinergitas antara kepolisian dengan anggota satgas demi menghadirkan sebuah keamanan. “Program yang ada di kepolisian seperti binmas (bina masyarakat) dan semacamnya sudah saya instruksikan di tingkat Polsek agar semakin mempertegas peran efektif satgas.

Namun demikian, semuanya itu tentu kembali kepada kepala desa masing-masing. Kalau mereka sadar tentunya memfungsikan satgas. Seharusnya kepala desa yang pasif mencontoh keberadaan satgas yang berperan maksimal seperti yang ada di desa lain,” pungkasnya. (*)

IKLAN

Reporter : mg1

Fotografer : mg1

Editor : Hafid Asnan