E-Library, Revolusi Giat Literasi Masa Kini

Seleksi alam dalam teori evolusi menyebutkan bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Mengacu pada teori yang dicetuskan Darwin tersebut, pemerintah mencanangkan “Revolusi Industri 4.0” untuk menghadapi persaingan di dunia internasional.

Revolusi industri 4.0 berhasil membuka mata banyak pihak untuk beradaptasi menghadapi seleksi alam. Sejak program ini digencarkan, makin banyak lembaga negeri maupun swasta, pelajar, serta masyarakat umum yang berinovasi membuat program-program pembaharuan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing dalam negeri maupun internasional.

Selaras dengan hal tersebut, Dinas Perputakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Bondowoso meluncurkan website dan Aplikasi e-Beca pada Kamis, 16 Mei 2019 yang lalu, yang dihadiri oleh Wabup Bondowoso Irwan Bachtiar. Saya dan empat teman kru Majalah Pendidikan “Al-Mashalih” MAN Bondowoso lainnya berkesempatan menghadiri acara launching tersebut. Hadir pula para kepala sekolah dan perwakilan para pelajar tingkat SMP/sederajat-SMA/sederajat se-Bondowoso.

E-Beca merupakan singkatan dari Elektronik Bendebesah Catalog. Aplikasi ini ditujukan untuk meningkatkan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan, melalui literasi. Dengan e-Beca, Perpustakaan Daerah Kabupaten Bondowoso berusaha beradaptasi dengan era digital yang semakin berkembang pesat.  Selain itu, e-Beca juga mendukung program pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso serta memberi kemudahan kepada pelajar dan masyarakat agar tidak terbebani dengan biaya pembelian literatur yang dibutuhkan oleh sekolah, kampus, maupun instansi terkait lainnya.

Sementara ini, e-Beca bisa diakses melalui search engine apapun dengan menulis link  www.diskusibondowoso.id pada kolom pencarian. Dalam waktu dekat, Disperpusip akan meluncurkan aplikasi e-Beca di Google Play Store sehingga masyarakat bisa mengaksesnya secara mobile melalui smartphone. Setelah pengguna masuk website, maka pengguna harus melakukan regitrasi. Dalam hal ini, terdapat beberapa tingkatan user, yaitu super admin, admin, dan user member. Untuk mendapatkan akses utuh, maka sebaiknya pengguna menjadi member.

Aplikasi e-Beca memiliki fitur baca di tempat, yaitu fitur untuk membaca buku di tempat melalui smartphone, PC, maupun laptop tanpa harus pergi ke perpustakaan. Aplikasi ini juga memiliki berbagai menu, yaitu home, profil, aktivitas, berita, perpustakaan, kearsipan, dan link. Selain itu, dengan aplikasi e-Beca masyarakat bisa mengetahui data statistik buku yang ada di Perpustakaan Kabupaten Bondowoso.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso Karna Suswandi menyampaikan meski dalam pengerjaan aplikasi ini tidak ada anggaran khusus serta keterbatasan piranti teknologinya, namun tidak mematahkan semangat untuk merealisasikan aplikasi ini. Akhirnya, dengan memutar otak dan terus menanamkan kepercayaan akan kemampuan kerja diri sendiri beserta staf, pihaknya sukses mewujudkan program kerja ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bahtiar menyampaikan bahwa ke depannya Pemerintah Daerah siap mem-back up progam-program yang dicanangkan oleh instansi pemerintah. Ditambahkannya bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso saat ini mengharuskan para kepala dinas, badan, mau pun instansi pemerintah lainnya untuk mempresentasikan program kerjanya di depan Bupati dan Wabup untuk selanjutnya dipertimbangkan apakah program tersebut akan diterima atau ditolak. Wabup juga menyarankan agar e-Beca memiliki link yang terhubung langsung dengan dengan google untuk menerjemahkan kata-kata yang sulit dipahami pembaca dan menambah fitur-fitur untuk e-book, e-catalog, serta fitur kearsipan elektronik.

Selanjutnya, aplikasi ini direncanakan akan dihubungkan ke sekolah-sekolah yang ada di Bondowoso agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bisa menyesuaikan buku pelajaran yang diperlukan siswa dan guru di sekolah terkait. Hal ini dirasa akan mengefisiensi proses belajar mengajar, mengurangi beban siswa dalam hal pembelian literatur, serta meminimalisir penggunaan kertas. Selain itu, adanya e-Beca akan meningkatkan efisiensi dana Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam hal gaji pegawai. Namun hal ini juga berdampak akan menyingkirkan ASN atau tenaga penulis yang tidak cepat beradaptasi sesuai perkembangan teknologi.

Kita berharap e-Beca ini mampu mendukung Bondowoso SAE (Santun, Amanah, Efisien) serta mampu menjadi salah satu roket yang akan membawa Bondowoso MELESAT dalam bingkai iman dan taqwa.

*) Penulis adalah kru Majalah Pendidikan “AL-MASHALIH” MAN Bondowoso dan anggota ekstrakurikuler KIR/Literasi “SABHA PENA” MAN Bondowoso.

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :