Lerai Istri Tengkar, Korban Menderita Patah Tangan

Anak Hajar Ibu Kandung

PENGANIAYAAN: Korban Lasmirah yang mengalami patah lengan kirinya dimintai keterangan di Polsek Jenggawah

RADAR JEMBER.ID – Tindakan Dianto Hadi Susilo sungguh keterlaluan. Pria 35 tahun asal Dusun Krajan Tengah, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah ini diduga kuat menganiaya ibu kandungnya sendiri, Lasmirah. Korban hingga mengalami patah tangan kiri. Akibat perbuatannya itu, Dianto mendekam di sel tahanan Mapolsek Jenggawah setelah statusnya resmi menjadi tersangka.

Informasi di lapangan, korban Lasmirah, 56, yang juga ibu kandung tersangka, pada Minggu (9/6) berjualan di pasar sore, tak jauh dari rumahnya. Sementara itu, Imroatus Sholeha, 34, (istri Dianto) ikut membantu mertuanya yang berjualan bahan pecah belah tersebut.

Sekitar pukul 21.00, tersangka datang dan mengajak Imroatus untuk pulang. Namun, ajakan itu ditolak istrinya. Emosi, Dianto langsung menjambak rambut Imroatus sambil memaksanya pulang.

Melihat kejadian itu, Lasmirah mendekat dan melerai. Namun, tersangka justru membanting Lasmirah, yang tak lain ibu kandungnya sendiri, hingga akhirnya terjatuh. Akibat kejadian itu, Lasmirah mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kirinya.

Peristiwa itu baru mereda setelah warga di sekitar lokasi berdatangan dan menenangkan suasana. Sementara itu, Lasmirah oleh warga dibawa ke Puskesmas Kemuningsari Kidul, Jenggawah, untuk menjalani perawatan.

Pasca kejadian itu, istri tersangka (Imroatus) melapor ke Polsek Jenggawah. Dianto pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada petugas, tersangka mengaku bahwa sebelum penganiayaan, dia mengonsumsi 1 pak obat batuk sirup Komix berisi 30 saset. “Semuanya saya konsumsi langsung secara bersamaan,” ujar tersangka kepada petugas. Tersangka beralasan, setiap mengonsumsi obat Komix itu, staminanya meningkat dan kuat di atas ranjang.

“Saya mengajak istri pulang karena saya ingin berhubungan badan. Tapi istri saya menolak tanpa alasan jelas,” ujar tersangka. Saat dia menjambak istrinya, ibunya datang dan langsung menarik bajunya. “Kemudian saya jatuh sambil memegangi baju ibu saya, sehingga ibu ikut terjatuh,” ujarnya.

Setelah itu, Dianto berdiri lagi dan ibunya ikut berdiri. Tersangka lantas menarik tangan ibunya dengan kencang hingga akhirnya jatuh lagi. “Tapi ibu berdiri lagi kemudian saya tendang bagian perutnya. Setelah itu, datang orang-orang melerai,” ujar tersangka yang mengaku menyesali perbuatannya.

Lasmirah mengatakan, Dianto memang temperamen. Misalnya meminta sepeda motor, saat itu juga harus dibelikan. Tiap sore istrinya membantu berjualan di pasar sore, di Kertonegeoro, Jenggawah.

Kapolsek Jenggawah Iptu Prayitno, membenarkan kejadian itu. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 44 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Lingkup Rumah Tangga. “Tersangka kita tahan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut,” pungkas kapolsek. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono