Pendaftaran Peserta Didik Baru di Bondowoso

Siswa Sudah Mulai Ambil PIN

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Setelah Lebaran 1440 H, kini masyarakat Bondowoso kembali disibukkan oleh Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Khusus jalur SMA/SMK Negeri, PPDB memakai sistem online dan sistem zonasi. Para calon siswa SMA/SMK negeri ini mulai mengambil PIN pendaftaran. Selanjutnya, mereka akan diseleksi melalui sistem yang dikendalikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bondowoso-Situbondo Mahrus Syamsul mengatakan, sistem PPDB ini diberlakukan untuk SMA dan SMK negeri di Bondowoso. Para pendaftar akan terklasifikasikan sendiri dengan sistem. Mereka cukup mendaftar dan mengambil PIN pendaftaran. “Pertimbangan zonasi ini, diberlakukan untuk menyamaratakan pendidikan, tidak ada lagi sekolah favorit,” jelasnya.

Dijelaskannya, bagi peserta didik sebaiknya mempertimbangkan ketentuan yang diberlakukan Dispendik Jatim. Seperti halnya kuota. Saat ini sistemnya adalah zonasi. Mahrus Syamsul menjelaskan, kuota terbagi ke dalam beberapa hal. Dalam petunjuk teknis kuota untuk jarak rumah ke sekolah diambil 50 persen dari pagu, siswa miskin 20 persen, pindah tugas orang tua 5 persen, hasil UN 20 persen, dan prestasi 5 persen.

Oleh karenanya, ketika calon siswa memilih sekolah yang dituju, maka sedianya harus memahami persyaratan tersebut. Dengan demikian, tujuan pendaftaran bisa dengan tepat dipilih.

Khusus untuk program pendidikan inklusi, ada dua sekolah di Bondowoso yang ditunjuk Dispendik Provinsi sebagai sekolah inklusi. Yakni SMAN 3 Bondowoso dan SMKN 3 Bondowoso.

Dua sekolah ini, bisa menerima peserta didik yang tergolong anak berkebutuhan khusus (ABK). “Ketentuannya dari provinsi, jadi ada guru pembimbing dan fasilitas yang sudah disediakan untuk ABK,” terangnya.

Sementara untuk tahap pendaftaran, Humas SMAN 2 Bondowoso Kholifah Nur Azizah mengatakan, kuota di SMAN 2 ada 360 kursi. Selanjutnya ketentuannya disesuaikan dengan sistem yang dibuat Dispendik Provinsi Jatim. Namun, para calon siswa sudah mulai mengambil PIN pendaftaran. “Sudah dijadwalkan, selanjutnya mereka mengisi persyaratan pendaftaran dan akan diseleksi online,” terangnya.

Dijelaskannya, pada sistem PPDB ini tidak ada ujian masuk. Seleksi dilakukan berdasarkan zonasi dan beberapa kriteria lainnya. Khusus untuk jalur prestasi misalnya, boleh menerima di luar zonasi, namun masih dalam lingkup kabupaten yang sama. “Dan untuk yang mendaftar, ada pilihan sekolah pertama dan sekolah kedua, bagi yang tidak memenuhi syarat, langsung terlempar ke pilihan berikutnya,” tegasnya. (*)