Lebaran, Harga Ikan Nila Melonjak

UNTUNG BESAR: Budidaya ikan nila bisa meraih untung besar terutama di musim puasa dan lebaran.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Lebaran tak hanya menjadi berkah bagi pedagang kuliner dan kebutuhan lain di hari raya. Tapi juga bagi pembudidaya komoditas pangan, mereka juga ikut kecipratan untung. Karena di momen Lebaran harganya ikuti melonjak. Salah satunya adalah bagi peternak ikan nila.

“Memang kalau Lebaran gini harganya melonjak. Kenaikan harga dimulai dari awal puasa hingga satu minggu pasca lebaran,” ujar Furqon, salah satu pembudidaya ikan nila yang ada di Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso.

Pada masa puasa dan Lebaran seperti sekarang, harga ikan nila di tingkat peternak melonjak di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram. Adapun di tingkat konsumen atau pasar, harganya berada di kisaran Rp 35 ribu. Sedangkan pada hari-hari biasa, harganya di tingkat petani hanya di kisaran Rp 25 ribu per kilogram. “Biasanya permintaan dari rumah makan itu juga meningkat pada hari raya. Terutama dari tempat-tempat wisata,” lanjut Furqon.

Budidaya ikan nila dirasa masih cukup prospektif. Selain harganya cukup tinggi, perawatannya juga relatif mudah dan tahan penyakit. Tantangannya adalah kebutuhan oksigen di dalam air. Karena ikan ini cukup rakus dengan udara, maka tingkat kepadatan ikan di dalam kolam harus terjaga. “Biar tidak mati kekurangan oksigen. Kita bisa menyiasatinya dengan menggunakan aerator untuk pemenuhan kebutuhan oksigen,” papar Furqon.

Pada masa harga normal, peternak ikan nila seperti Furqon bisa mengantongi keuntungan sekitar 30 hingga 50 persen dari total biaya produksi. Besarnya persentase laba ini dirasa wajar, karena masa budidaya ikan nila yang juga memerlukan waktu lama. Total mulai dari pembenihan hingga panen bisa makan waktu 7 sampai 8 bulan. Sedangkan kalau pembesaran dengan membeli benih dari luar, biasanya cuma butuh waktu 5 sampai 6 bulan. “Saya sendiri selain pembesaran juga budidaya di lini pembenihan,” terang Furqon.

Tantangan lain dari budaya ikan nila ada di lini pembesaran, yakni sedikitnya telur yang bisa dihasilkan. Dari satu kolam indukan nila, misalnya, bisa dihasilkan seribu telur. Dari jumlah tersebut, yang bisa bertahan hingga dewasa dan siap panen hanya di kisaran 80 persen. Adapun lele, sekali musim bertelur bisa menghasilkan 50 ribu telur. Kuncinya, kata dia, harus telaten mengontrol kolam. Selain itu, manajemen pakan juga perlu diperhatikan agar bisa menghasilkan nila dengan bobot sesuai target, dengan biaya seminimal mungkin. “Biasanya kita meracik sendiri pakannya,” pungkas Furqon. (*)

IKLAN

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Mahrus Sholih