Timbunan Sampah Datangkan Penyakit

MENDATANGKAN PENYAKIT: Sampah yang menggunung di TPA Pakusari. Bila tidak dikelola dengan baik akan menjadi penyakit.

RADARJEMBER.ID – Ancaman sampah terhadap kesehatan masyarakat begitu nyata. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan mendatangkan berbagai potensi penyakit. Seperti penyakit diare, penyakit kulit dan lainnya. Untuk itu, pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian.

Dosen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Khoiron M.Sc mengatakan sampah merupakan tempat berkumpul dan berbiaknya berbagai penyakit. “beberapa jenis sampah juga membahayakan, terutama yang mengandung kimia,” katanya.

Menurut dia, warga yang membuang sampah tidak memilah apakah itu sampah yang mengandung bahan kimia atau tidak. Apabila sampah itu dibakar, udara yang dilepas itu mengandung bioksin. “Kalau ditimbun bisa mencemari air tanah,” terangnya.

Ditimbun, kata dia, di tempat yang aman seperti di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bukan di seputar rumah. “Sampah kita 60-70 persen bahan organik yang bisa membusuk, mengundang lalat dan bakteri,” ujarnya.

Lalat dan bakteri itu hingga ke rumah warga hingga menyebabkan penyakit, seperti diare. Kemudian, kandungan zat kimia dalam sampah yang diserap oleh tanaman atau dimakan oleh warga, berpotensi penyakit kanker.

“Namun ini rantainya panjang, namun yang sporadis diare,” jelasnya. Tak hanya itu,  sampah di sungai juga marak ditemui di Jember. Padahal, sungai masih dipakai untuk berbagai keperluan warga. Seperti mandi hingga air minum.

“Kandungan sampah itu mencemari air sungai,” ujarnya. Diakuinya, sampah yang membusuk itu menjadi sarang penyakit hingga muncul penyakit diare. Untuk itulah, pemerintah daerah perlu memberikan pelayanan pengolahan sampah yang baik.

“Misal pagi hari harus diangkut dari perumahan,” sarannya. Hal itu untuk meminimalisasi kontak warga dengan penyakit yang muncul dari sampah, seperti nyamuk atau kecoa. TPA sendiri lokasi untuk isolasi sampah dari warga.

Sayangnya, Jember belum memiliki Perda pengolahan sampah. Akibatnya, tidak mudah mengelola karena tidak ada aturan yang jelas. Padahal, TPA sudah banyak, seperti di Tanggul, Ambulu Kencong dan Rambipuji.

Jarak permukiman warga dengan TPA minimal 300 meter. Sebab, potensi penyakit yang didatangkan dari gunung sampah ini adalah  ISPA dan diare. “Untuk itu, jangan sampai sampah menumpuk di seputar rumah,” paparnya.

Jangan sampai sampah menginap di rumah, namun harus segera dibuang. Kesadaran itulah yang harus dibangun oleh warga. “Namun sekarang tidak semua perumahan memiliki fasilitas pengangkut sampah itu,” tandasnya.

IKLAN

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Jumai

Editor : Shodiq Syarif