Ketua Yayasan Jadi Korban Jual Beli Daring

LAPOR POLISI: Taufiq Nur Ahmadi (kanan) warga Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Kecamatan Silo, lapor ke polisi karena tertipu jual beli daring.

RADARJEMBER.ID – Ini harus menjadi perhatian bagi warga yang sering membeli barang lewat daring (online). Jika tak waspada, bisa menjadi korban penipuan. Seperti yang menimpa Taufiq Nur Ahmadi, 53, warga Dusun Curahwungkal RT 005/ RW 005, Desa Pace, Kecamatan Silo. Dia terpaksa melapokan kejadian penipuan ini ke SPK Polsek Silo, Rabu (29/5) siang.

Taufiq adalah Ketua Yayasan Nurul Iman Al Mustaqimy, Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Silo. Awal penipuan itu bermula ketika tertarik dengan iklan sebuah gelang dan kalung kesehatan di salah satu stasiun TV.

Karena menyangkut kesehatan, korban langsung melakukan transaksi melalui daring. Apalagi, dia tahu jika tetangganya, Sukron Makmun, 26, pernah membeli kalung dan gelang kesehatan tersebut.

Di situs jual beli itu, satu paket gelang sama kalung seharga Rp 1.580.000. Dia mulai transaksi pada awal September 2018 lalu. ”Untuk transkasi pertama hingga ketiga masih lancar-lancar saja,” ujar Taufiq Nur Ahmadi, saat ditemui di mapolsek, baru-baru ini.

Uang itu ditransfer ke rekening BRI atas nama Lia Anggraeni di Jakarta. Bahkan, setiap proses transfer berhasil, korban langsung mengirim resi bukti pembayaran pada Zulfikar, warga Jakarta. “Biasanya uang setelah ditransfer, barang langsung dikirim dan tiga hari sudah datang,” ujarnya.

Karena transaksi pertama hingga ketiga selalu lancar, akhirnya banyak warga lain yang juga ingin pesan. ”Apalagi ini menyangkut kesehatan, dan nilainya juga tidak terlalu mahal,” ujar Taufiq.

Awalnya memang tak ada kecurigaan. Karena setiap memesan barang selalu dikirim tepat waktu. Tapi untuk pesanan yang kali keempat, setelah uang ditransfer, ternyata sampai setengah bulan barang belum datang. ”Untuk pesanan yang keempat ini uang ditransfer tanggal 16 Mei 2019,” jelasnya.

Pesanan kalung dan gelang ini yang lewat Taufiq ini, atas nama Gito, 50, warga Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Silo. Karena sudah lebih setengah bulan barang yang dipesan ini belum datang, akhirnya korban mencoba menghubungi nomer yang bisa di-WA itu. Ternyata setelah di-WA berkali-kali sejak tanggal 19 Mei, selalu tidak ada jawaban. Bahkan korban mencoba menghubungi nomer tersebut sudah tidak aktif.

”Dengan kejadian ini saya terpaksa melapor agar tidak ada lagi korban yang kasusnya sama dengan saya. Karena warga tahunya ke saya pesan barang, maka saya harus mengganti uang yang sudah terlanjur di transfer ke rekening BRI atas nama Lia Anggraeni,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Silo AKP Heri Wahyono membenarkan kalau ada laporan dari Ketua Yayasan Nurul Al Mustaqimy, Silo. Untuk itu, pihaknya mengimbau pada warga, khususnya dari Silo, untuk lebih berhati-hati dengan modus jual beli lewat daring. (*).

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih