Uniknya Teh Bunga Refugia, Kreasi Chef Michael untuk Bondowoso

KARYA MAHAL: Chef Mike saat menunjukkan racikan teh dari bunga refugia. Bunga refugia ini dikenal dengan bunga cuk-tamancukan. Ditanam untuk mengusir hama.

RADARJEBER.ID – Nama latinnya refugia. Namun, jika disebut nama latin, orang mendengarnya terasa keren. Berbeda jika penyebutannya memakai bahasa lokal, bahasa Madura. Bunga itu terkenal dengan istilah bunga cuk-tamancuan. Namun, di tangan Chef Michael, bunga ini menjadi minuman yang khas, enak lagi.

Warnanya kuning. Dilihat mata, sangat menggoda. Apalagi disuguhkan dalam bentuk ramuan di dalam teko. Taburan bunga menjadi hiasan teko yang sangat memikat. Khas warnanya ternyata tidak jauh dari khas rasanya.

Pasti orang bertanya-tanya, bunga apakah yang menjadi pengikat rasa? Itulah yang dinamakan bunga refugia. Nama latin itu merupakan sebutan bagi bungan cuk-tamancukan (Madura).

Mendengar kata ini mungkin membuat sedikit jijik, sebab artinya kotoran burung. Namun, kesan itu tak tampak dan tak terasa dalam sebuah karya minuman Chef Mike. Perpaduan antara bunga refugia dengan beberapa ramuan pendukung, membuat rasanya sangat istimewa.

IKLAN

Menurut chef yang memiliki nama lengkap Michael Setiawan ini, dia terinspirasi membuat teh bunga refugia karena adanya acara Gelar Teknologi (Geltek) yang diadakan Pemkab Bondowoso 2019. Ia awalnya mengamati bahwa jumlah masyarakat yang mengembangkan bunga refugia sangat banyak. “Bunga ini dikenal dengan bunga pengendali hama, makanya banyak ditanam petani di pinggir sawah,” jelasnya.

Chef Mike berpikir, ketika bisa mengendalikan hama, maka ada kandungan khas dalam bunga refugia. Kesan awal itulah yang membuatnya tertarik untuk mengembangkannya menjadi sebuah minuman khas. Refugia menjadi bunga yang bisa menarik serangga paraseoid dan predator untuk datang memakan nektar dan polen. Nektar adalah sari bunga atau cairan manis kaya dengan gula dan polen adalah serbuk sari.

Ketertarikan itu menggugah insting Chef Mike untuk bereksperimen. Maklum, orang yang tinggal di Jalan Mayjend Sutoyo ini dahulunya sempat menjadi chef di California, Amerika. Dia menjadi orang Bondowoso setelah mempersunting Angela Marcella Wangsawidjaja, gadis cantik asal Bondowoso. Kemampuannya itu lantas didedikasikan untuk Bondowoso.

Dari tangannya, selama ini telah tercipta Blue Fire Tea dan Bond Tea. Dua produk ini adalah hasil pengembangan yang mengambil ciri khas Bondowoso.

Blue Fire Tea dibuat untuk mengukuhkan blue fire Kawah Ijen. Sebab, Kawah Ijen masuk objek wisata mengagumkan yang ada di Bondowoso. Warna minuman ini sesuai dengan warna blue fire Kawah Ijen. Sedangkan Bond Tea adalah karya untuk mendorong adanya pengolahan kopi di Bondowoso. Sebab, bahannya dari cascara atau kulit kopi.

Khusus untuk teh bunga refugia, warnanya kuning. Warna itu karena pengaruh dari zat alami yang ada di bunga. Bunga yang dipetik itu diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi bahan minuman. Perpaduan resep untuk akhirnya menjadikan bunga itu sebagai minuman, menjadi hal yang khas yang khusus dibuat Chef Mike.

Minuman ini awal kali dikenalkan di publik pada 30 April 2019. Tepatnya saat ada Gelar Teknologi. Banyak yang memberi apresiasi pada produk ini. Wakil Bupati Irwan Bachtiar sempat mencoba teh ini. Bahkan wakil bupati memberi nama minuman ini dengan Golden Mountain Tea. “Nama itu sangat tepat. Selain menjadi minuman khas, kandungan alaminya sangat bagus untuk tubuh,” ujarnya.

Chef Mike menyebut, teh ini menjadi unik karena diambil dari bunga refugia. Yakni bunga yang bisa mengusir pengaruh buruh di sawah. Dia yakin jika dibuat minuman, maka bisa menjadi minuman yang mengusir energi negatif pada tubuh seseorang.

Secara biologi, di dalam bunga refugia ada kandungan carotene yang baik untuk melindungi mata dari sinar matahari dan sinar layar gawai (gadget). Selain itu, ada kandungan kolagen yang bisa mengencangkan kulit dan memulihkan kesehatan kulit. “Ada kandungan antiaging vitamin yang bisa membuat aura wajah semakin cerah,” terangnya.

Saat ini, minuman tersebut masih berupa ramuan seduhan. Masyarakat bisa menemukannya di House Of Bond Tea di rumahnya. Yakni di Hotel Anugerah Bondowoso.

Biasanya, setelah menemukan varian baru, nantinya akan dibuat untuk teh seduh. Seperti yang sudah dilakukan pada Bond Tea dan Blue Fire Tea. Namun yang terpenting, semua eksperimennya adalah untuk Bondowoso. Chef Mike berpikir, minimal dengan pemikirannya, ia bisa membuat Bondowoso lebih terkenal dan bisa memunculkan produk asal Bondowoso yang khas.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Shodiq Syarif