Rela Takbiran dan Salat Id di Kereta

RADARJEMBER.ID – Salah satu masinis yang bertugas di Daop 9 Jember, Muhammad Zaelani, menceritakan suka dukanya saat bertugas mengangkut para pemudik Lebaran setiap tahunnya. Sudah delapan tahun Zaelani, sapaan akrabnya, menjalani profesi masinis. Tentu banyak suka duka di saat momen Lebaran setiap tahunnya.

Tanggung jawab besar yang dia emban di pekerjaannya, tentu mengantarkan pemudik dengan selamat sampai tujuan. Risikonya, saat berdinas di hari Lebaran, Zaelani tak bisa berkumpul dengan keluarganya, menunaikan salat Idul Fitri bersama istri dan dua anaknya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, masinis wajib bertugas di hari besar momen Lebaran.

Zaelani bahkan pernah merasakan malam takbir di atas kereta. Pada tahun 2016 lalu, dirinya berangkat dari Jember tujuan Surabaya dengan kereta Mutiara Timur malam. Pagi harinya pun, pukul 05.00 saat semua orang menunaikan Salat Ied, Zaelani harus bertugas kembali dengan kereta Probowangi. Jurusan Surabaya ke Banyuwangi.

“Sebelum berdinas, sudah ada jadwalnya seminggu sebelumnya. Jadi, kami sudah tahu, hari raya bisa berkumpul sama keluarga atau tidak,” kata Zaelani. Tugas mulia di kabin lokomotif pun tetap dia laksanakan dengan penuh semangat. Meskipun risikonya harus berpisah sementara dengan keluarga, tak ada rasa mengeluh sedikit pun dari Zaelani.

“Saya merasa bangga bisa mengantar pemudik menuju tujuannya dengan selamat dan tepat waktu. Agar mereka bisa berkumpul dengan keluarganya. Dukanya, kita ya harus ikhlas menerima pekerjaan ini, karena sudah kewajiban,” jelas pria kelahiran Banyuwangi ini.

Sama seperti tahun 2016, tahun ini pun Zaelani juga harus rela tak berlebaran dengan keluarganya. Apalagi, baru tahun 2017 lalu, pria berusia 32 tahun ini diangkat sebagai penyelia instruktur atau pengawas masinis. Zaelani pun merasa bangga dengan profesinya saat ini.

Apalagi cita-citanya memang ingin mengendalikan dan mengendarai si ular besi, yakni menjadi masinis. “Jadi, masinis ini cita-cita saya. Dulu waktu daftar kerja di kereta api tahun 2007 langsung daftar menjadi masinis,” ujar alumnus SMKN 2 Jember ini. Namun, waktu berkumpul bersama keluarganya, bisa dia ganti saat jatah liburnya ada.

“Ya kalau hari libur bisa pulang lah. Tapi kalau hari raya seperti ini, kita wajib bertugas melayani penumpang mudik. Bahkan, hak cuti tahunannya ditangguhkan,” pungkasnya.

IKLAN

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer :

Editor : Rangga Mahardika