Indahnya Taman Lampion dan Arsitektur Eropa Di Dira Funtastic Night Kencong

RESMI BEROPERASI: Bupati Jember dr Hj Faida memotong pita saat meresmikan Dira Funtastic Night di Kencong.

RADARJEMBER.ID – Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, terlihat semringah usai meresmikan wahana wisata Dira Funtastic Night di Kecamatan Kencong, Sabtu malam (1/6). Dia mengaku bangga, karena tempat wisata keluarga yang dilengkapi dengan hotel itu, dinilainya tak hanya melengkapi destinasi wisata di Jember. Lebih dari itu, Dira Funtastic Night juga bakal membuka peluang kerja bagi masyarakat di kabupaten setempat.

Dia pun bersyukur dengan diresmikannya Dira Funtastic Night itu tersebut. Sebab, lokasi wisata yang menjadi bagian dari Dira Grup ini disebutnya mendukung misi pemkab yang bertekad membangun Jember dari pinggiran. Untuk itu, Faida mengajak masyarakat menyambut baik wisata yang menggabungkan taman bermain dan bangunan yang mengadopsi arsitektur Eropa ini.

Apalagi, taman lampion juga desain khusus dan menjadi yang terbesar di Indonesia. Sehingga menambah keindahan wisata yang diperuntukkan di malam hari. Sedikitnya ada 70 titik lampu lampion yang terpasang di lokasi wisata yang bakal menjadi andalan Jember. “Sangat tepat. Apalagi menjelang liburan Idul Fitri pasti banyak keluarga dari luar dan dalam kota yang mau berlibur. Sehingga tempat ini bisa menjadi jujugan. Tempatnya sangat cantik. Tadi saya sudah keliling,” katanya.

Owner Dira Group Ponimin Tohari mengatakan, konsep Dira Funtastic Night diadopsi dari berbagai lokasi wisata dalam negeri, Asia, hingga Eropa. Tak hanya bangunan, desain kolam yang lengkap dengan replika ikan juga diadopsi dari Eropa. “Jadi kalau masyarakat Jember ingin melihat gedung-gedung di Eropa, tak perlu jauh-jauh. Cukup datang kesini,” ujarnya.

Ide itu, Ponimin mengungkapkan, merupakan inisiatif putrinya yang sekaligus Direktur Utama Dira Grup, Vera Eka. Berbekal pengalaman anaknya itulah, kemudian Dira Grup berkeinginan mewujudkan wisata keluarga yang modern dan futuristis dengan harga terjangkau. “Untuk harga semuanya terjangkau. Tiket masuk Dira Funtastic Night hanya Rp 10 ribu. Sedangkan hotel cuma Rp 250 ribu per malam. Harga ini sudah termasuk sarapan pagi,” jelasnya.

Wisatawan yang berkunjung ke Dira Funtastic Night bakal terkesima. Betapa tidak, selepas pintu masuk, mereka disambut indahnya replika bangunan rumah dan gedung khas Eropa yang dicat warna-warni. Kemudian, wisatawan bisa menikmati area wisata air yang dilengkapi dengan bebek air dan perahu dayung.

Di sisi kanan wisata air tersebut, pengunjung juga bisa menghabiskan malam mereka di taman lampion. Gemerlap puluhan lampion itu bakal memanjakan mata dan imajinasi wisatawan. “Selama ini masyarakat harus ke luar kota untuk wisata malam. Biasanya ke Malang. Jadi saya punya inspirasi agar masyarakat di eks Karisidenan Besuki tidak lari ke Malang, tapi ke Jember. Utamanya ke Dira Funtastic Night Kencong,” tambahnya.

Kawasan wisata dan hotel keluarga seluas empat hektare ini bakal melengkapi kompleks perbelanjaan Dira Shopping Center dan Swimming Pool, yang telah berdiri sebelumnya. Sehingga masyarakat yang berkunjung ke Dira Funtastic Night tak perlu jauh-jauh mencukupi kebutuhan mereka. Jadi, selama berwisata mereka bisa sembari berbelanja, maupun menginap di hotel yang berkonsep syariah tersebut.

Direktur Utama Dira Grup Vera Eka mengungkapkan, Dira Funtastic Night ini digarap selama dua bulan setengah. Targetnya, satu tahun ke depan pembangunan kawasan wisata itu sudah selesai sesuai rencana induk. Semisal dengan membangun kolam ombak. Yakni sebuah kolam buatan yang dilengkapi dengan sensasi ombak.

Vera mengaku, semua konsep wisata ini dia desain sendiri. Tak menggunakan jasa profesional. Inspirasinya dari pengalamannya jalan-jalan ke luar kota dan Eropa. Kemudian beragam pengalamannya tersebut diterapkan sehingga terwujud Dira Funtastic Night. “Harapannya, wisata ini bisa dinikmati warga Jember. Fasilitasnya bagus dengan konsep yang futuristis, tapi tetap dengan harga yang murah,” tandasnya.

IKLAN

Reporter : Mahrus Sholih

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih