Bagi Baju Bekas untuk Duafa

PILAH-PILIH: Sejumlah anak yatim dan duafa tengah memilih baju-baju bekas yang disediakan oleh panitia.

RADARJEMBER.ID – Membeli baju baru jelang lebaran sudah menjadi kebiasaan bagi sejumlah orang. Hal itu mereka lakukan sebagai wujud menyambut hari kememangan. Namun, tidak semuanya memiliki nasib baik bisa membeli baju baru karena ketiadaan biaya.

Hal ini menggerakkan sejumlah perwakilan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jember untuk turut membantu para duafa tersebut, dengan menggelar Butik Baju Barokah di Gedung PP Minhajurrosyidin Ambulu. Sekretaris LDII Jember, Akhmad Malik Afandi mengatakan, acara bagi-bagi baju itu merupakan salah satu agenda yang bertujuan untuk berbagi kepada duafa.

Menurutnya ada sekitar 800 baju yang didistribusikan pada 122 duafa. Mulai dari baju pria, wanita, dan anak-anak. “Misi kita adalah berbagi kebahagiaan dengan duafa. Karena mereka golongan yang paling kesulitan mendapatkan baju setiap lebaran seperti ini,” tuturnya.

Malik mengaku, baju-baju itu dikumpulkannya dari para anggota LDII yang berada di lima kecamatan di Jember selatan. Seperti Ambulu, Wuluhan, Tempurejo, Balung, dan Puger. “Setiap anggota, kita dorong untuk bersedekah baju yang masih layak pakai,” imbuhnya. Tidak hanya baju bekas, sejumlah buku-buku bacaan turut dibagikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Baik dari jenjang TK, SD ataupun SMP.

Meskipun hanya baju bekas, baju-baju tersebut cukup banyak diminati oleh sejumlah warga yang terdiri dari anak-anak yatim dan duafa. Mereka terlihat begitu antusias menerima baju-baju tersebut. Dengan berbagi baju bekas seperti itu, Malik berharap beban mereka bisa sedikit terbantu dan bisa merayakan baju lebaran dengan baju-baju tersebut.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya akan melakukan agenda sejenis pasca hari lebaran nanti mengingat banyaknya donatur yang telah masuk. “Dengan Baju Barokah ini, mereka akan merasa diperhatikan oleh saudara-saudaranya. Dan para donatur bisa mendapatkan pahala di akhir bulan suci Ramadan ini,” jelasnya.

Roudhotul Jannah, salah seorang duafa yang turut hadir mengaku cukup senang atas program baju tersebut. “Kami tidak kepikiran lagi harus beli baju hari raya untuk anak-anak kami,” tutur ibu tiga anak itu. Dia berharap agenda tersebut bisa terus dilanjutkan setiap tahun.

IKLAN

Reporter : mg2

Fotografer : Maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti