Berkah Ramadan bagi Dua Guru yang Jadi PNS

Tak Lagi Tempuh Jarak Jauh

BERSYUKUR: Ninik Dwi Sunanti (kiri) dan Stefani Mahesa Jelita menggendong anaknya sebelum dilantik jadi guru PNS di pendapa bupati, belum lama ini.

RADAR JEMBER.ID – Ramadan tahun ini memberi berkah tersendiri bagi dua orang guru yang tinggal di Kecamatan Sumberbaru. Keduanya yaitu Ninik Dwi Sunanti, 28, warga Desa Gelang, dan Stefani Mahesa Jelita, 27, warga Desa Karang Bayat.
Bagaimana tidak, untuk berangkat ke sekolahnya, pada puasa kali ini keduanya sudah tidak menempuh jarak jauh seperti puasa tahun-tahun lalu. Maklum, keduanya termasuk orang yang beruntung karena diangkat menjadi PNS pada rekrutmen beberapa bulan lalu, dan SK-nya telah diserahkan Bupati Jember.
Ninik mengaku, saat dirinya mendaftar CPNS, dia mengandung Ahmad Multazam, anak yang digendongnya. “Sangat bersyukur karena bisa jadi PNS. Selain anak, ini juga memberi kebaikan pada keluarga saya,” jelasnya.
Sebelum menjadi PNS, Ninik harus rela menempuh jarak 25 kilo meter dari rumahnya menuju ke sekolah. Jarak yang jauh tersebut dia jalani dengan sabar sebagai seorang guru sukwan. Maklum, saat sebelum PNS, Ninik yang tinggal di Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, harus mengajar sebagai guru sukwan di SD Islam Al-Khoiriyah, Bangsalsari.
“Setiap hari saya harus berangkat pagi-pagi sekali dari rumah ke sekolah. Itu karena rumah saya jauh dengan sekolah tempat mengajar. Jaraknya sekitar 25 kilometer. Saat itu saya hanya pasrah. Kalau dihitung-hitung, pendapatan dan pengeluaran jelas banyak pengeluarannya, tetapi saya tetap niat mengabdi,” ucapnya.
Berkat mengikuti CPNS dan diangkat menjadi PNS, Ninik kini bersama keluarganya sudah bisa tinggal di SDN 3 Desa Gelang. “Alhamdulillah, puasa ini saya sudah tidak harus menempuh jarak jauh lagi,” papar perempuan yang menggendong anak berusia dua bulan tersebut.
Rasa syukur serupa juga disampaikan Stefani Mahesa Jelita. Saat dirinya mengikuti tes CPNS, dia baru melahirkan anaknya, Aina Hasna Syafiqah Habibi, yang kini berusia 6 bulan lebih. “Saat tes CPNS, anak saya baru usia seminggu. Saya tetap semangat, dan alhamdulillah diterima,” ucapnya.
Pada puasa kali ini pun, dirinya tetap bersemangat menjadi guru PNS di SDN 1 Pringgowirawan, Sumberbaru. “Saya sangat senang diterima jadi PNS. Apalagi, saat tes dulu masih kondisi baru melahirkan. Saya akan terus mengabdi pada dunia pendidikan,” ucapnya.
Perjuangan dan pengabdian kedua PNS baru itu pun patut menjadi contoh bagi orang lain. Jalan panjang 25 kilometer yang sehari-hari dijalani Ninik kini membuahkan hasil. Begitu pula perjuangan Stefani yang saat baru melahirkan tetap nekat mengikuti tes CPNS. Semoga keduanya menjadi guru teladan selama Ramadan ini dan seterusnya. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : nur hariri

Editor : Hadi Sumarsono