FKIP Unej Sukses Pentaskan Sembilan Teater Budaya

Menakar Tradisi Merawat Kebangsaan

MENJAGA BUDAYA: Para pemeran teater budaya mahasiswa FKIP Unej sukses memerankan perannya masing-masing sehingga memukau penonton.

RADAR JEMBER.ID – Selama tiga hari, pertunjukan teater dengan mengusung tema ‘Lakon Ranting Cendana’ sukses digelar. Dalam waktu tersebut, para pelakon mampu menampilkan sembilan pertunjukan berturut-turut.
Dipersembahkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNEJ di Gedung PKM Universitas Jember, pertunjukan budaya tersebut menampilkan berbagai teater dengan judul yang menarik. Mulai dari Dewi Sri, Jaran Goyang, Ayahku Pulang, Malam Jahanam, Roro Jonggrang, Ken Arok, Orang Kasar, hingga Jaka Tarub dan Ramayana.
Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut mampu menarik minat penonton dari kalangan muda. Mahasiswa tampak memadati Gedung PKM setiap pertunjukan berlangsung. “Semua diperankan oleh mahasiswa kami, dengan komposisi latar belakang kebudayaan yang berbeda,” jelas Siswanto, salah seorang dosen FKIP Unej.
Selain penampilan dan tata rias yang elok dengan peran maksimal, teater ini juga menampilkan pesan yang tersirat dalam setiap adegan. Selain itu, teater juga mengandung kritik sosial yang membangun. Seperti pertunjukan pembuka, dengan judul Dewi Sri yang disutradarai oleh Cindy Irnia. “Mengisahkan dialektika kritik sosial, lingkungan, dan agraris. Misalnya habisnya gumuk-gumuk dari hari ke hari di Jember,” imbuhnya. Seolah pertunjukan dari mahasiswa tersebut menyadarkan kepentingan lingkungan yang ada di sekitar, khususnya untuk Jember sendiri.
Mengangkat kearifan lokal menjadikan seni sebagai media dalam mengekspresikan pemikiran kritis. “Pengajaran dapat didapatkan dari mana saja, bisa dari legenda maupun dongeng. Kegiatan kreatif ini perlu dilestarikan, mengingat tantangan dunia maya semakin pesat,” ungkap Akhmad Taufiq, dosen FKIP Unej yang turut mengapresiasi acara tersebut. (*)

IKLAN

Reporter : Pradini Anjar Agustin

Fotografer : muchammad ainul budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti