Wushu Jember Panen Medali di Kejurprov 2019

 

Melebihi Target Medali Emas

LEBIHI TARGET: Atlet wushu Jember sedang berlatih persiapan mengikuti Kejurprov Jawa Timur tahun ini, akhir April kemarin. Hasilnya, prestasi yang diraih atlet wushu melampaui target yang diperkirakan hanya tujuh medali emas.

RADAR JEMBER.ID – Cabang olahraga (cabor) wushu panen medali dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur tahun ini. Kejuaraan itu diselenggarakan di Gedung Kenjeran Park Surabaya, 1-4 Mei lalu. Dalam Kejurprov kali ini, mereka mengirimkan 20 atlet wushu toulu (seni) dan tujuh atlet wushu sanda (tarung).
Hasilnya, kontingen wushu Jember menyabet sepuluh medali emas, enam perak, dan 13 medali perunggu. Dengan hasil tersebut, Pengkab Wushu Indonesia (WI) Jember pun mengapresiasi raihan para atletnya.
Senin (13/5) malam lalu, para atlet tersebut mendapat reward dari Ketua Umum Pengkab WI Jember Bambang Siswanto. Sebab, raihan medali emas dalam ajang itu sudah melebihi target yang dicanangkan Pengkab WI sebelumnya.
“Sebetulnya kalau dihitung dari perolehan medali emas yang awalnya kami perkirakan dapat tujuh, ternyata dapat sepuluh medali. Jadi, kami bersyukur bisa melebihi target,” tuturnya. Justru beberapa nomor yang biasanya langganan dapat medali emas, dalam Kejurprov kali ini ternyata meleset.
Bahkan, di cabor wushu, satu atlet bisa menyumbang lebih dari satu medali. Seperti atlet wushu cilik Kai Rafael Wijaya yang masih berusia delapan tahun. Dalam Kejurprov kemarin, dia berhasil menyabet tiga medali emas sekaligus. Kai menjadi juara 1 di tiga kelas Dhao Shu D-1 putra (nilai 8,20), Gun Shu D-1 putra (nilai 8,00), dan Chang Quan D-1 putra (nilai 8,26).
“Memang ada beberapa atlet yang masih grogi saat perform. Meski sebenarnya, kalau bicara mental mereka sudah cukup lumayan. Atau mungkin faktor keberuntungan, belum harinya mereka,” ucap pria yang biasa dipanggil Kwang ini.
Dia tak menampik apabila atlet tersebut dalam kondisi tidak fit atau masih grogi sangat berpengaruh kepada penampilannya. Terutama untuk kategori taoulu, yang menampilkan jurus-jurus wushu. “Sebabnya kalau keliru sedikit, nilainya bisa dikurangi,” imbuhnya.
Dia berharap, semua atlet wushu bisa mengevaluasi performa mereka di Kejurprov kemarin. Evaluasi ini untuk menghadapi kejuaran lainnya dalam waktu dekat, yakni Porprov yang diselenggarakan Juli mendatang. (*)