Fenomena Aspal Ambles di Depan Pertokoan Jompo

Hasil Dikirim ke Provinsi

CEK TERAKHIR: Sejumlah pekerja terus meneliti kondisi tanah di bawah jalan aspal depan Pertokoan Jompo. Hari ini, penelitian itu diperkirakan selesai.

RADAR JEMBER.ID – Pengeboran aspal ambles di Jalan Sultan Agung, depan pertokoan Jembatan Jompo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, dijadwalkan tuntas hari Rabu (15/5) ini. Hasil penelitian yang dilakukan tim Puslitbang Kementerian PUPR melalui PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur tersebut nantinya akan langsung dikirim ke provinsi.
“Rencananya, besok (hari ini, Red) pengeborannya diperkirakan sudah selesai. Untuk hasilnya nanti akan langsung dikirim ke bagian perencanaan di provinsi,” kata Guritno, seorang pekerja, di lokasi pengeboran, kemarin (14/5).
Penelitian kondisi tanah di bawah jalan depan pertokoan Jompo itu setidaknya sudah dilakukan sepekan terakhir. Pengeboran dilakukan oleh para pekerja di tiga lokasi. Yaitu di bagian tengahnya, bagian timur, dan barat jalan aspal yang ambles.
Dari masing-masing lokasi yang dibor, para pekerja rata-rata melakukan pengeboran hingga mencapai kedalaman 30 meter. Dari masing-masing lokasi itu pula, diambil sampel tanah setiap dua meternya. Dengan begitu, pekerja setidaknya mengambil sekitar 45 sampel tanah dari bawah jalan aspal Jompo tersebut.
“Setiap dua meter tanah, dilakukan pencatatan setelah diambil sampel tanahnya. Kemudian dari semua catatan tersebut direkomendasikan sebagai hasil penelitian ini. Hasilnya langsung dikirim ke bagian perencanaan di Surabaya atau PU Bina Marga Provinsi Jatim,” paparnya.
Menurut Guritno, dari bagian perencanaan tersebut, nasib Jalan Sultan Agung akan ditentukan berdasar hasil penelitian tersebut. “Hasilnya kan diketahui dari segi unsur-unsur tanahnya. Sehingga nantinya jalan ini mau diapakan, diserahkan pada bagian perencanaan,” jelas Guritno.
Sebelumnya sempat diberitakan, tim dari Provinsi Jawa Timur mulai melakukan penelitian di jalan aspal yang ambles. Targetnya, penelitian di lokasi akan rampung selama sepekan. Hasilnya akan menjadi dasar penanganan jalan aspal ambles tersebut. Penanganan pada aspal ambles yang diduga berkaitan dengan bangunan ruko juga sempat dibahas di DPRD bersama sejumlah pihak termasuk Balai Besar Jalan Nasional wilayah 8 Jember. (*)

IKLAN

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : nur hariri

Editor : Hadi Sumarsono