Razia Hotel, 4 Pasangan Diamankan

CEK IDENTITAS: Petugas memeriksa identitas sejumlah perempuan dalam operasi pekat di warung-remang-remang. Operasi ini juga menyasar hotel, kafe, dan rumah kos.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Satpol PP Lumajang bakal mengintensifkan razia penyakit masyarakat (pekat) selama bulan Ramadan. Malam kemarin, aparat penegak perda itu dibantu anggota Polres dan Kodim 0821 Lumajang. Operasi gabungan ini menyasar sejumlah hotel dan rumah kos yang ada di wilayah kabupaten setempat.

Sejumlah hotel yang disisir petugas di antaranya Hotel Cantik, Hotel Abi, Hotel Prima, dan Hotel Jelita. Selain itu, petugas gabungan operasi pekat juga mendatangi kos-kosan di kawasan kota Lumajang yang ditengarai kerap disalahgunakan selama Ramadan.

Hasilnya, razia yang juga digelar di rumah kos NZL itu petugas mengamankan 4 pasangan bukan suami istri. Mereka asyik berduaan di dalam kamar. Kedelapan orang tersebut kemudian dibawa petugas ke markas Satpol PP untuk didata dan dimintai keterangannya, serta membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi.

Keempat pasangan itu berasal dari berbagai wilayah. Di antaranya, asal Kecamatan Kedungjajang, Jatiroto, Lumajang, Tempeh, dan Candipuro. Bahkan, juga ada warga luar daerah, yakni asal Depok dan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. “Semua pasangan bukan suami istri ini akan dilakukan pembinaan. Dan sudah kami serahkan ke Dinas Sosial,” kata Basuni, Kepala Satpol PP Lumajang.

Dia mengungkapkan, razia ini dalam rangka cipta kondisi ketertiban selama Ramadan. Kegiatan ini, kata dia, bertujuan agar selama Ramadan segala tindakan asusila tak lagi terjadi. Mengingat, bulan puasa seharusnya dijadikan momen untuk menebar kebaikan dan menjaga kesopanan. “Kita ingin Ramadan benar-benar jauh dari segala perbuatan maksiat,” katanya.

Dalam razia itu, petugas tak hanya menyasar hotel dan kos-kosan, tapi juga merambah ke warung remang-remang dan kafe. Sebab, dua lokasi itu selama ini juga dinilai negatif oleh masyarakat. Kawasan warung yang berada di jalur lintas timur (JLT), dan taman hutan kota menjadi sasaran petugas operasi gabungan tersebut.

Lebih lanjut, Basuni menjelaskan, operasi pekat tersebut bakal digencarkan sesuai instruksi bupati. Dalam surat itu disebutkan, selama Ramadan wilayah Lumajang harus benar-benar bersih dari tempat dan perbuatan maksiat. “Sesuai perintah dari Pak Bupati kami akan gencarkan razia terhadap tempat-tempat yang selama ini ditengarai menjadi tempat mesum. Seperti hotel, losmen, warung remang-remang, hingga kafe. Semuanya akan selalu kami lakukan penyisiran,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban. Menurut dia, jajarannya akan terus memberantas penyakit masyarakat khususnya di bulan Ramadan. Dirinya menginginkan selama Ramadan ini masyarakat Lumajang bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan terhindar dari gangguan yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. (*)

IKLAN

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : ahmad jafin

Editor : Mahrus Sholih