Balapan Liar Jelang Ngabuburit di Kedawung

Pemilik Kabur, Motor Diangkut ke Polsek

ANGKUT MOTOR: Tahu ada razia polisi, beberapa motor untuk balapan liar disembunyikan, lalu ditinggal kabur pemiliknya. Motor yang ditemukan pun diangkut ke Polsek Patrang.

RADAR JEMBER.ID – Aksi balap liar jelang ngabuburit diobrak-abrik puluhan petugas Polsek Patrang. Penggerebekan dipimpin langsung Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan, kemarin.

Aksi balap liar ini dilakukan di jalan Kasuari, Lingkungan Kewaung Lor, Desa Kedawung, Patrang Minggu (12/5). Apalagi, di kawasan tersebut jalannya relatif sepi, sehingga jadi lokasi favorit pembalap liar untuk beraksi.

Menariknya, warga sekitar ikut membantu polisi dalam razia itu. Rupanya, warga resah karena maraknya aksi balap liar oleh kelompok pemuda tersebut. ”Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan puluhan sepeda motor,” kata Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan.

Penggerebekan itu bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan aksi para pemuda itu. “Itu jalan umum dijadikan balap liar sambil ngabuburit. Warga sekitar termasuk ketua RW sudah mengingatkan, tapi tidak dihiraukan. Kemudian warga melapor kepada polisi,” ujar Kapolsek Patrang, setelah memimpin penggerebekan.

Sebelumnya, memang ada warga yang menjadi korban tertabrak peserta balap liar. Bahkan, korban ini mengalami patah tulang dan hingga sekarang masih dirawat di RS dr Soebandi Jember. Karena itulah, penggerebekan ini mendapat dukungan dari warga dan para RT. ”Saat polisi akan melakukan penggerebekan, warga sudah menyiapkan bambu panjang dipasang di setiap gang. Agar pembalap liar tidak kabur,” jelasnya.

Hal itu karena ketika kabur menghindari kejaran petugas, mereka selalu masuk ke gang-gang. ”Tetapi para pembalap liar dan penonton yang datang itu tidak tahu kalau warga ikut mendukung polisi saat melakukan penggerebekan,” ujar Mahrobi.

Dari aksi itu, tiga peserta balap liar dan penonton itu lari ke gang, akhirnya tidak bisa keluar ke jalan umum. Karena warga sudah menutup gang itu menggunakan bambu. Akhirnya, mereka memilih meninggalkan motornya, dan kabur meninggalkan lokasi. Meski begitu, polisi masih terus melakukan pengejaran.

Menurut Mahrobi, ada beberapa pemuda yang diamankan. Termasuk sekitar 18 motor juga dibawa ke polsek. Nantinya, motor-motor itu akan didata tentang siapa pemiliknya. “Selain ditilang, nanti kita juga akan lakukan pembinaan. Kalau motornya protolan, ya kita minta untuk dikembalikan sesuai standar pabrikan,” ujarnya.

Tetapi untuk motor yang sudah protolan ini tidak akan dikeluarkan lagi sebelum menunjukkan surat-suratnya. “Karena yang banyak motor protolan itu sudah tidak ada STNK-nya. Ini terlihat dari banyaknya nomor mesin yang sudah dirusak,” ujarnya.

Dia menambahkan, aksi balap liar itu dilakukan sejak awal puasa dan dijadikan sarana ngabuburit. Padahal aksi itu sangat berbahaya. Selain membahayakan orang lain, juga membahayakan diri sendiri. Tak hanya itu, aksi mereka ini juga sangat mengganggu pengguna jalan sekitar.

Pihaknya akan terus melakukan patroli agar aksi balap liar itu tidak terjadi lagi. ”Sehingga warga di Jalan Kasuari benar-benar tenang dalam menjalankan ibadah puasanya sebulan penuh,” pungkas Mahrobi. (*)

IKLAN

Reporter : Jumai

Fotografer : jumai

Editor : Hadi Sumarsono