Jika Bandel Diancam Tutup Paksa

Pemilik Warung Makan Diminta Hormati Ramadan

LUMAJANG – Puasa di bulan Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam. Sehingga untuk menjaga kekhusukan umat ketika menjalankan puasa, Satpol PP Kabupaten Lumajang bakal mengawasi sejumlah warung makan yang berjualan di siang hari, ketika warga sedang menjalankan ibadah puasa.

Sebagai langkah awal, Satpol PP memberikan surat edaran pun agar para pemilik warung makan bebas membuka dagangannya tanpa adanya kontrol. Utamanya di waktu yang dilarang berjualan. “Kami akan melakukan pengawasan. Tapi sebelumnya kami memberikan surat edaran yang berisi imbauan agar pemilik warung mematuhi ketentuan waktu buka selama Ramadan,” terang Kepala Satpol PP Lumajang Basuni, beberapa waktu lalu.

Bahkan langkah tegas pun sudah dipersiapkan. Kata dia, bagi para pemilik warung yang tak menggubris aturan dan imbauan yang sudah diberikan, pihaknya tak segan menutup paksa warung tersebut. “Sekali dua kali kita peringatkan. Tapi jika masih bandel, akan kami tutup paksa warungnya. Ini untuk menghormati bulan Ramadan, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.

Tak hanya soal jam buka warung makan, Satpol PP juga mengatur kawasan yang diperbolehkan berjualan bagi pedagang yang biasanya melapak di alun-alun kabupaten setempat. Karena, selama Ramadan pedagang yang berjualan di area jalan di alun-alun membeludak.

Apalagi, di kawasan alun-alun merupakan salah satu tempat favorit selama Ramadan yang sering dimanfaatkan pedagang, baik pedagang tetap maupun pedagang musiman untuk membuka lapak mereka. Terlebih, masyarakat yang berbelanja juga cukup antusias, sehingga kerap membikin kemacetan.

Untuk itu, Satpol PP melakukan penataan pedagang di area jalan agar tak sampai menyebabkan kemacetan. “Kami lakukan penataan bagi para pedagang, khususnya di sekitar kawasan alun-alun selama Ramadan,” kata Basuni, menambahkan.

Menurutnya, Satpol PP sudah menentukan beberapa area yang diperbolehkan untuk berjualan. Kawasan yang sudah ditetapkan itu dianggap tidak mengganggu dan menyebabkan kemacetan. “Yang diperbolehkan untuk berjualan seperti di depan LP, SMPK, Jalan Abu Bakar, Jalan Sultan Agung dan Jalan Ahmad Yani utara di sebelah timur jalan,” paparnya.

Tak hanya itu, pedagang yang berjualan di trotoar Alun-alun Lumajang juga dilarang. Ini karena, kata dia, untuk menjaga kenyamanan para pengguna fasilitas publik tersebut. Termasuk juga demi merawat kebersihan dan keindahan taman kota di alun-alun setempat. (*)

IKLAN

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : ahmad jafin

Editor : Narto