Forki Bondowoso Fokus di Porprov 2019

Kuat di Karate Kata

FOKUS BERLATIH: Suasana pemusatan latihan atlet karate Bondowoso di Aula Gedung Veteran Bondowoso

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019 yang digelar serentak di empat kabupaten/kota pada awal Juli nanti, menjadi ajang pembuktian kebangkitan Forki Bondowoso, induk cabang olahraga karate. Rencananya cabor karate akan mulai dipertandingkan pada 6 Juli di GOR Semen Tuban. Selain Tuban, Porprov juga digelar di Lumajang, Gresik, dan Bojonegoro.

“Sejak 3 tahun terakhir, kepengurusan Forki Bondowoso memang berusaha untuk bangkit lebih baik dari sebelumnya. Dalam beberapa kejuaraan terakhir, banyak atlet kita yang bisa menyabet medali. Dan Porprov ini menjadi ajang yang tertinggi untuk level Jawa Timur,” tutur Meky Rony Sahanaya, ketua umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Bondowoso.

Pemusatan latihan atau training centre (TC) sudah dilakukan bagi para karateka Bondowoso sejak beberapa waktu terakhir. Lokasinya dipusatkan di Aula Gedung Veteran Bondowoso. “Kita kombinasikan secara bersamaan latihan teknik dan fisik,” ujar pria yang juga anggota TNI AD dengan pangkat Pelda ini.

Total, Forki Bondowoso mengirimkan 8 karateka untuk Porprov 2019. Masing-masing 1 atlet putri dan 3 atlet putra untuk kelas kumite atau tarung. Serta 1 atlet putra dan 3 atlet putri untuk kelas kata atau seni bela diri.

“Memang selain cuaca, terkadang kendala kita adalah jadwal latihan yang berbenturan dengan jadwal sekolah. Tetapi memasuki bulan puasa ini, intensitas atau porsi latihan kita tetap sama, tidak dikurangi. Hanya digeser jam latihannya menjadi malam hari,” tutur Meky.

Persaingan di Porprov, diakui Meky, cukup berat bagi karate Bondowoso. Pasalnya, selama ini, atlet Bondowoso lebih banyak menonjol di kategori usia dini, ketimbang usia senior seperti yang dipertandingkan di Porprov. “Kita kuat selama ini di kelas kata dan usia dini seperti anak SD. Kemarin di Kejurnas Piala Pangdiv II Kostrad, atlet kita usia SD memborong 5 medali emas, 6 medali perak, dan 8 perunggu. Sedangkan untuk senior, kita baru dapat 1 medali perunggu. Makanya untuk Porprov kita masih harus berjuang lebih keras lagi,” ujar pria kelahiran Maluku ini.

Meski demikian, Forki Bondowoso tetap mematok target dalam Porprov kali ini. “Setidaknya minimal perunggu lah,” sambung Meky. Adapun peta kekuatan di Jawa Timur selama ini, untuk kategori kumite masih dikuasai oleh atlet-atlet dari Sidoarjo, Pamekasan, dan Surabaya.

“Tetapi kalau untuk kategori kata, kita relatif merata lah,” papar pria kelahiran 21 Maret 1969 ini. Dari total 24 aliran perguruan karate yang ada di Indonesia, 3 di antaranya tumbuh dan berkembang di Bondowoso. Ketiganya yakni Funakasho, Inkai, dan Inkanas. (*)

IKLAN

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : istimewa

Editor : Narto