Dibiayai Kedubes RI, Pulang Disambut Wakil Bupati Lumajang

Jenazah TKI Tertahan 14 Hari di Malaysia

BERI SANTUNAN: Wabup Lumajang Ir Hj Indah Amperawati MSi ikut menyambut kedatangan jenazah Mistiwati

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Derita tenaga kerja Indonesia (TKI) di tanah rantau seperti tak ada habisnya. Terakhir dialami Mistiwati, TKI asal Desa Tegalciut, Kecamatan Klakah, Lumajang. Jenazah Mistiwati tertahan di negeri jiran selama 14 hari. Kemarin, jenazah berhasil dipulangkan. Bahkan, Wabup Lumajang Indah Amperawati ikut menyambut kedatangan jenazah Mistiwati.

Berdasarkan informasi yang didapat Radarjember.id, Mistiwati alias Ani dinyatakan meninggal dunia di AL Islam Hospital Kuala Lumpur 31 Maret 2019. Penyebabnya karena septicemia. TKI berusia 43 tahun ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Namun, baru siang kemarin sekitar pukul 12.30 jenazah bisa dipulangkan ke rumah keluarga di Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso.

Dwi Wismo, Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang menjelaskan, Ani alias Mistiwati meninggal dengan alasan dibuang kerja oleh majikannya. “Tiba-tiba dari KBRI menghubungi keluarga, keluarga ditanya untuk biaya pemulangannya ditanggung keluarga itu inti awalnya. Tidak sanggup. Dari laporan itu keluarga minta tolong pada orang di sana, akhirnya menghubungkan ke SBMI. Dari SBMI akhirnya saya menghubungi kedutaan besar untuk memperjelas itu,” jelasnya.

Mistiwati yang meninggalkan tiga buah hati ini dikisahkan adalah korban dibuang kerja oleh majikan. “Karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan dipekerjakan. Kurus kering badannya. Tidak ada pegangan uang, dia ke KBRI untuk minta perlindungan. Setelah di KBRI, kemudian dirawat  di RS Kuala Lumpur,” katanya.

Dalam proses perawatan itulah, kemudian korban meninggal dunia. Itu pun bukan masalahnya beres. Ternyata pemulangannya sempat tertahan 14 hari. Sebab, keluarga tidak ada biaya untuk mengurusnya. Sempat meminta bantuan pemkab setempat, namun juga terkendala. Akhirnya setelah dirundingkan dengan kedubes, biaya ditekel oleh Dubes RI Kuala Lumpur.

Jenazah Mistiwati kemarin setiba di rumah duka disambut histeris oleh keluarga. Tak Cuma itu, Wabup Lumajang, forkopimka, dan sanak keluarga turut berlinang air mata. Wabup yang akrab disapa Bunda Indah itu kemudian berusaha menenangkan. Sempat juga dilepas pemberangkatan jenazah ke pemakaman oleh wabup.

“Bapak/ibu sekalian, atas nama Pemkab Lumajang, kami berterima kasih kepada Kedubes RI Kuala Lumpur. Kepulangannya dapat difasilitasi. Pada Serikat Buruh Migran Indonesia, pemerintah menyampaikan terima kasih. SBMI telah berupaya keras membantu kepulangan jenazah,” jelasnya.

Bunda, sapaan akrab Wabup, juga berpesan, agar keluarga yang ditinggalkan, anak-anak, suami orang tua, kerabat keluarga, mudah-mudahan diberi kesabaran dan keikhlasan. ”Pada bapak, suami dari ibu Mistiati, jagalah anak-anak. Didiklah dan berikan pendidikan yang baik buat anak-anak. Terima kasih atas kehadiran dan doanya pada almarhumah, mudah-mudahan almarhumah diampuni dosanya,” sambut Wabup melepas keberangkatan jenazah ke pemakaman. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : hafid asnan

Editor : Narto