Ingat Sejarah, Bersihkan Makam Birnie

SPONTANITAS: Didorong keinginan melestarikan warisan sejarah, sekelompok pemuda Bondowoso membersihkan makam Djemilah Birnie di perbatasan Jember-Bondowoso.

RADAR JEMBER.ID – Banyak peninggalan bersejarah di Bondowoso yang perlu dilestarikan. Salah satunya Djemilah Birnie, salah satu istri tokoh perkebunan era kolonial yang dimakamkan di perbatasan Jember- Bondowoso. Kemarin, sejumlah pemuda membersihkan makam Djemilah Birnie.

“Ini spontan saja, dari berbagai komunitas, ada juga yang individu. Tetapi ini memang kegiatan yang tahun kedua,” tutur Dedi Dwi Yatno, salah satu pencetus kegiatan bersih-bersih makam Djemilah Birnie yang ada di Maesan, perbatasan Jember dan Bondowoso.

Seperti tahun sebelumnya, kegiatan tersebut dilakukan pada 14 April, bertepatan dengan tahun kematian Djemilah Birnie. “Saya tulis di media sosial dan banyak yang spontan ingin ikut. Kita bawa peralatan sendiri-sendiri, murni swadaya,” ujar Dedi.

Makam Djemilah Birnie tersebut terletak di belakang Polsek Maesan dengan gaya arsitektur khas era kolonial abad XVIII. Dari berbagai literatur sejarah diketahui bahwa Djemilah Birnie adalah istri Gerhar David Birnie yang merupakan saudara sepupu dan penerus bisnis George Birnie. “Kisah cintanya menarik. Dia perempuan pribumi yang dinikahi secara resmi oleh Gerhard ketika era pergundikan saat itu masih cukup kuat,” jelasnya.

Sempat tinggal di Belanda beberapa tahun, Djemilah akhirnya meminta pulang ke Bondowoso karena tidak cocok dengan iklim Eropa. “Akhirnya keluarga itu kembali ke Bondowoso hingga kemudian Djemilah meninggal dan dimakamkan di sini,” jelas Dedi.

Untuk melestarikan peninggalan sejarah, Dedi berharap pemerintah turut menggiatkan riset sejarah yang ada di Bondowoso dan sekitarnya. “Kontribusi keluarga Birnie luar biasa dalam sejarah perkebunan kita. Akan lebih menarik jika pemerintah turut menggiatkan riset sejarah. Kita masyarakat biasa hanya semampunya melakukan perawatan seperti ini,” pungkas Dedi. (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Narto