Kembangkan Pewarna Alami, Dukung Kerajinan Batik

BELAJAR KAKAO: Tamu dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta menjajagi kerjasama dengan Puslitkoka terkait pengembangan pewarna alami berbahan kulit kakao.

RADARJEMBER.ID – Jauh-jauh datang dari Yogyakarta ke Jember, ternyata Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta menaruh perhatian besar terhadap industri dan kerajinan batik, khususnya di Kabupaten Jember.

Bahkan, BBKB Yogyakarta melihat dari dekat proses pembuatan batik di Rezti’s Batik Ambulu. Selain itu, lembaga di bawah naungan Kementrian Perindustrian tersebut menyempatkan diri berkunjung ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslit Koka), Senin (8/4) kemarin.

Kasi Sarana Riset BBKB Yogyakarta Isnaeni mengatakan, kedatangan rombongan asal Yogyakarta tersebut merupakan langkah kordinasi awal terkait penelitian bersama pemanfaatan kopi dan kakao. Langkah ini untuk mendukung industri kerajinan dan batik di Kabupaten Jember.

“Kami memperoleh penjelasan dari Ir. Mujiyantoro, Kepala Tata Usaha dan Kerjasama Penelitian Puslitkoka. Bahkan kami diajak keliling kebun kakao,” ungkapnya.

Menurut Isnaeni, lawatannya ke puslitkoka itu dirasa banyak manfaat. Di antaranya bisa mengetahui jumlah jenis kakao di Indonesia. Pengetahuan ini dapat mendukung program yang dijalankan BBKB Yogyakarta.

Karena saat ini pihaknya tengah mengembangkan pembuatan zat pewarna batik berbahan kulit kakao. “Apalagi Kabupaten Jember dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kakao di Indonesia,” imbuhnya. Isnaeni.

Perlu diketahui, BBKB Yogyakarta mulai berdiri semenjak tahun 1922 lalu, di zaman pemerintahan kolonial Belanda. Dulunya, lembaga ini bernama Balai Percobaan Penunan dan Batik (Textile Inrichting en Batik Proefstation) di Bandung. Tugasnya untuk memberikan penyuluhan kepada pengrajin teksil dan batik. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : BBKB for radarjember.id

Editor : Mahrus Solih