Jamur Krispi Jember Disukai Orang Belanda

TEMBUS BELANDA: Salah seorang mahasiswa di Belanda asal Jember, menunjukkan produk UMKM Jember berupa jamur tiram krispi. Kini, cemilan tersebut mulai dikenal oleh masyarakat di Belanda.

RADARJEMBER.ID– Tak disangka jamur krispi asal Kabupaten Jember diminati masyarakat Belanda. Hal ini dinilai sangat membanggakan, karena produk lokal Jember bisa go internasional.

Adalah Satria Rosy Ari Dana dan Ridho Nur Hakiki alias Edo, yang selama ini berhasil mengembangkan usaha jamur krispi dan bisa menembus pasar ekspor. “Usaha bisnis jamur krispi belum lama saya jalani. Baru sekitar satu tahun lalu. Awalnya saya sekedar menolong teman yang memiliki budidaya untuk membesarkan jamur tiram,” jelas Satria.

Dari situlah muncul pembuatan jamur tiram krispi. Kemudian Satria dan Edo sepakat untuk melakukan sinergi. Satria melakukan proses produksi jamur tiram untuk dijadikan makanan ringan atau camilan, sementara Edo menyuplai bahan baku berupa jamur tiram.

Sementara itu, Edo mengungkapkan, walaupun proses produk jamur tiram krispi ini tidak dilakukannya sendiri, namun untuk sekali produksi jumlahnya bisa mencapai 30 Kg jamur. “Pesanan jamur tiram krispi ini biasanya meningkat menjelang Ramadan. Bisa tiga kali lipat untuk kemasan kiloan. Jamur tiram krispi ini memiliki 10 varian rasa,” jelasnya.

Sedangkan harga jamur tiram krispi tersebut juga bervariasi, bergantung isinya. Untuk berat 100 gram dijual Rp10 ribu, 60 gram dihargai Rp 7.000, dan untuk kemasan per kilo Rp 70 ribu.

Menurutnya, untuk memasarkan jamur krispi ini tidaklah sulit. Karena camilan produksi anak muda Jember itu telah merambah ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Surabaya, Semarang, Bekasi, Pontianak, Samarinda, Natuna dan Labuhan Bajo.

Bahkan, berkat bantuan seorang teman yang kuliah di Belanda, jamur tiram krispi tersebut juga memiliki pangsa pasar di negeri kincir angin itu. Bahkan, masyarakat Belanda sangat menyukainya. Tak hanya itu, kini produk lokal itu juga telah merambah Hongkong. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Solih