Lokasinya Jauh dari Jangkauan dan Dugaan

Sembunyikan Pil Koplo di Kamar Mandi

REKONSTRUKSI: Kapolres Lumajang ketika memimpin rekonstruksi kemarin dibuat terkejut oleh tempat menyembunyikan pil koplo.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Peredaran obat keras berbahaya seperti pil koplo memang tak ada habisnya diberantas. Belum lagi yang kategori narkoba. Betapa sulitnya memberantas jaringan ini. Salah satu penyebabnya karena pelaku begitu rapi menyimpannya. Seperti Candra yang tertangkap 3 April 2019 kemarin. Saat direkonstruksi, dia begitu rapi menyimpannya di atas tembok kamar mandi.

Dalam rekonstruksi itu, Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban memimpin langsung kegiatan tersebut. Tersangka atas nama Candra Setiawan Syaputra bin Solehudin berumur 28 tahun asal Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono.

Berdasarkan informasi kepolisian, tersangka tertangkap di dalam kamar kos nomor 5, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang. Barang bukti yang diamankan berupa pil koplo berlogo “Y”. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai 1.000 butir.

Hasil rekonstruksi kemarin, diketahui jika barang bukti tersebut disembunyikan di atas tembok kamar mandi kos. “Iya, diamankan di atas tembok kamar mandi tempat kosnya,” kata kapolres.

Tersangka ditangkap pada Selasa 3 April 2019, sekira pukul 14.00, oleh Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang. Tersangka tertangkap tangan pada saat melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, khasiat, mutu, dan atau tanpa izin edar.

“Kami berhasil mengungkap tindak pidana okerbaya (obat keras berbahaya, Red) yaitu pengedaran sediaan obat farmasi tanpa izin oleh tersangka Candra. Di tangan tersangka terdapat 1.000 butir pil koplo berlogo ‘Y’. Barang tersebut didapatkan dari orang lain dan akan dijual kembali ke pihak berikutnya,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, transaksi sudah dilakukan sebanyak 5 kali jual-beli barang haram tersebut. “Kami akan kumpulkan informasi lebih lanjut untuk mengungkap jaringan tersangka Candra ini untuk menghapus peredaran narkoba di Kabupaten Lumajang,” ujar Arsal.

Kasat Resnarkoba AKP Priyo Purwandito SH juga menambahkan jika pelaku tidak bisa bebas berkeliaran. “Pelaku akan diancam kurungan penjara maksimal selama 10 tahun serta denda paling banyak sebesar Rp 10 miliar. Karena telah melanggar Pasal 197 Sub. 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” ungkap Priyo. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : polres lumajang for radarjember.id

Editor : Narto