Filosofinya Hormati Guru Mengaji Tradisional

Verifikasi Guru Mengaji Libatkan Kades

APRESIASI GURU MENGAJI: Pemkab menambah nomimal honor guru mengaji. 

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Pemkab Bondowoso akan segera merealisasikan pemberian honor guru mengaji. Untuk itu, saat ini pemkab telah mulai melakukan proses verifikasi dan validasi data jumlah guru mengaji yang ada di kota berjuluk Republik Kopi ini.

“Verifikasi dan validasi harus benar-benar sesuai kenyataan. Agar bisa menjadi patokan pengambil kebijakan jika datanya sudah benar,” ujar Bupati Bondowoso Salwa Arifin saat memberikan sambutan dalam acara Pembinaan Pra Verifikasi dan Validasi Data Guru Ngaji dan Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pendapa Bondowoso.

Proses verifikasi dan validasi nantinya akan melibatkan kades. Terkait hal tersebut, Salwa mengingatkan agar proses tersebut benar-benar dijalankan dengan objektif dan menghindari tendensi politik. Terlebih menjelang kontestasi Pemilu 2019. “Memang sekarang ini rawan kalau sudah menyentuh perbedaan politik. Karena itu saya imbau, guru mengaji apa pun (afiliasi) politiknya, tetaplah guru mengaji. Jadi, jangan sampai melihat politiknya. Tetap harus didata,” tutur Salwa.

Karena itu, berbagai kesalahan akan mendapatkan sanksi sesuai bobotnya. “Bisa ditegur. Kalau parah, ya bisa dipecat,” tandas Salwa. Pencairan honor akan dilakukan melalui PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) tahun 2019. Ditargetkan verifikasi dan validasi akan selesai dalam waktu satu bulan.

“Yang sudah terdata jumlah guru mengaji 5.665 orang. Namun, masih ada usulan-usulan baru yang belum masuk. Mungkin guru mengaji baru atau pengganti guru mengaji yang wafat,” jelas Kabag Kesejahteraan Pemkab Bondowoso Rahmatullah dalam kesempatan yang sama.

Filosofi awal dari program ini, lanjut Rahmatullah, adalah sebagai bentuk apresiasi atau penghormatan bagi guru mengaji tradisional yang belum atau tidak tersentuh oleh APBD. Ada persyaratan tertentu terhadap usulan kades bagi guru mengaji yang akan menerima bantuan. Yakni minimal memiliki 10 santri. Untuk memastikan hal itu, pemkab nantinya akan melakukan verifikasi santri berdasarkan nomor induk anak. “Bukannya tidak percaya, tapi sebagai antisipasi. Di tingkat kecamatan nanti akan dikoreksi lagi, data dari kades,” lanjut Rahmatullah.

Anggaran yang dibutuhkan untuk bantuan honor guru mengaji hampir pasti bertambah dibanding tahun sebelumnya. Selain jumlah penerima, juga karena nominalnya yang meningkat. Jika tahun 2018 nominalnya Rp 800 ribu, maka kini ditingkatkan menjadi Rp 1,5 juta per tahun. “Anggarannya masuk ke pos Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai insentif atau HR guru pembina karakter,” papar Rohmatullah.  Sebagai tambahan, selain guru mengaji, seperti tahun sebelumnya, bantuan juga diberikan kepada masjid, ponpes, raudlatul athfal (TK), dan MA di seluruh wilayah Bondowoso. (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Narto