Nasabah Laporkan KSU Pasirian ke Polres Lumajang

TUNTUT KEJELASAN: Nasabah mendatangi kantor KSU Pasirian beberapa waktu lalu. Mereka mengaku kesal dan menuntut agar uang yang mereka tabungkan di koperasi segera dicairkan.

RADARJEMBER.ID – Sejumlah nasabah Koperasi Serba Usaha (KSU) Pasirian akhirnya membawa kasus gagal bayar koperasi ke polisi. Secara berkelompok, nasabah melaporkan dugaan raibnya uang yang selama ini mereka tabung di koperasi ke Polres Lumajang.

Laporan ini merupakan tindak lanjut, setelah sebelumnya mereka menggeruduk koperasi sepekan lalu. Bahkan saat itu, para nasabah terkesan ingin menguasai kantor. Sikap para nasabah ini lantaran kesal karena mereka merasa uang yang mereka setorkan ke koperasi tak ada kejelasan.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran membenarkan adanya laporan nasabah koperasi tersebut. Menurutnya, laporan yang baru diterima itu secepatnya akan ditindaklanjuti.

Namun, pihaknya masih akan memproses dengan melakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk mencari tahu siapa yang bertanggungjawab atas dugaan raibnya uang nasabah tersebut. “Kemarin laporannya baru kami terima. Akan kami dalami dan lakukan penyelidikan,” ujarnya, saat dihubungi via seluler, Kamis (14/3) petang.

Sementara itu, Ketua Koperasi KSU Pasirian Welly Sukarto mengatakan, masalah gagal bayar ini karena likuiditas koperasi mengalami gangguan. Sebabnya, ada penarikan dana besar-besaran yang dilakuan nasabah secara bersama-sama.

Selain itu, juga ada problem lain. Yakni masih berlangsungnya tahapan proses penyelesaian terkait masalah piutang koperasi. Problem ini disebutnya semakin memperparah kondisi sirkulasi keuangan koperasi yang dia pimpin.

Dia juga menampik, jika koperasi menghindari kewajiban membayar uang nasabah. Karena pihaknya sudah membuat surat tertulis pada 31 Agustus 2018 lalu. Dalam surat tersebut tercantum beberapa langkah untuk melakukan penyelamatan dana koperasi. Secara bertahap, pihak koperasi juga berupaya membayar uang nasabah yang telah jatuh tempo. (*)

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Solih