Masih Pentingkah Rehabilitasi Jalan Umum

Oleh : Irwan Hidayat

Jalan umum sangatlah penting untuk mendapat perhatian khusus dan dijadikan sasaran penanganan serius oleh pemerintah. Secara umum, sepanjang jalan perkotaan mulai dari Kaliwates sampai alun-alun maupun yang masih bagian dari jalan umum perkotaan perlu direhabilitasi dan ini merupakan salah satu cara mencegah kecelakaan. Maka dari itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jember perlu menjaalankan sistem controling secara intensif melalui pengecekan langsung ke lapang demi kenyamanan masyarakat Jember. Yang saya temukan, di sepanjang jalan yang berlubang hanya diberi tanda putih, dan itupun bukan bagian dari salah satu solusi.

Apakah masih menunggu adanya korban untuk penanganan secara langsung? Baru ketika ada korban, jalan yang berlubang direhabilitasi. Sayang sekali apabila tidak akan ditindaklanjuti secara cepat untuk penanganan jalan umum yang berlubang di mana-mana, khususnya daerah ke arah kota.

Ketika pengendara umum orang yang berangkat bekerja, terburu-buru untuk meminimalisir keterlabatan datang ke kantor sehingga melaju dengan kecepatan yang tinggi. Memang lubang ini tidak terlalu besar, tetapi bisa membawa malapetaka bagi pengendara sepeda motor. Dan seperti yang sudah pernah diterbitkan oleh Jawa Pos Radar Jember, sudah ada kejadian yang memakan korban dampaknya dikarenakan terjebak dengan jalan berlubang.

Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan perhatian serius pemerintah untuk segera menindaklanjuti rehabilitasi jalan umum yang berlubang di mana-mana seperti kawasan Kaliwates, kawasan Tawangmangu, kawasan Pasar Tanjung, dan lain-lainnya. Bagi masyarakat yang berada dalam kawasan jalan yang berlubang tersebut bukan tidak mampu untuk menanganinya. Namun tak wajar untuk terlibat dalam penanganan ketika sampai mengeluarkan uang pribadi demi kemaslahatan keselamatan.

Jadi penting kiranya penanganan khusus dari yang bertanggung jawab persoalan yang berkaitan dengan jalan umum seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jember, untuk segera menangani jalan-jalan yang berlubang. Sangatlah ironis sekali apabila tidak dapat perhatian khusus untuk segera menanganinya. Ataukah masih menunggu intruksi atasan untuk segera menanganinya? Ataukah menunggu laporan dari masyarakat sekitar pada pihak instansi Dinas Pekerjaan Umum PU?

Sempat sekali, saat teman jalan-jalan ke Jalan Danau Toba. Dia berkata sambil dengan menyetir sepeda motor, bahwa terjebak dengan jalan yang berlubang membuat saya kelaparan. Sepanjang jalan tiga kali terjebak dengan lidah lubang buaya, meskipun tidak jatuh akan tetapi membuat kaget saat menyetir. Apalagi dalam musim hujan yang sering kali jalan umum kawasan Kaliwates kebanjiran. Meskipun tidak seberapa dalamnya, justru itulah yang menutupi dan menimbun jalan umum yang berlubang sehingga tidak diketahui oleh pengendara.

Maka dari itu, sebelum memakan banyak korban maka perlu untuk rehabilitasi meskipun hanya untuk sebatas ditambal. Dan itu adalah bagian dari lebih dari cukup apabila dapat terakses dan dapat perhatian betul-betul. Jika tertangani dengan secara cepat mampu mengurangi kejadiannya kecelakaan. Tak dapat dipungkiri bicara musibah bukan lantas karena persoalan lubang semata. Akan tetapi, bisa juga menjadi salah satu perantara lubang jalan umum mengundang namanya musibah.

Kewenangan dan tanggung jawab penyelenggara jalan telah diatur pada Pasal 24 ayat (1) UU No. 22 tahun 2009, yaitu “Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas”. Sedangkan Pasal 24 ayat (2) menyatakan “Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat(1), penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas”.

Langkah dan prosedur, apabila masih dalam keterikatan dalam sistem pengelolaan atau bisa bekerja saat ada intruksi dari atasan, sangat bergantung pada sistem kerja. Karena semua ini adalah bagian dari kemaslahatan dan keselamatan pengendara di jalan umum. Maka perlu ada kebijakan dan penanganan secara intensif sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tulisan ini adalah sebagai inspirasi dan kritikan bagi pemerintah untuk kemaslahatan masyarakat demi kenyamanan antara yang membutuhkan dan pengguna.

*) Penulis adalah mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Jember

Reporter :

Fotografer :

Editor :