Pakar Komunikasi FISIP Universitas Jember Dr Muhammad Iqbal

Jangan Sepelekan Potensi Suara Kaum Milenial

Pakar Komunikasi FISIP Universitas Jember Dr Muhammad Iqbal

RADARJEMBER.ID – Dalam gelaran pemilu serentak kali ini, kaum milenial menjadi sasaran komoditas politik yang banyak dilirik. Pasalnya, potensi milenial bisa mendongkrak kemenangan, baik partai politik maupun calon legislatif.

Bahkan, calon presiden dan wakil presiden pun bergaya anak muda untuk meraih simpati para kaum milenial ini. Namun kenyataannya, untuk meraih suara kaum milenial tidak mudah. Hal itu karena milenial memiliki karakteristik berpikir dan ekspresi yang berbeda.

Menurut pakar komunikasi politik FISIP Universitas Jember, Dr Muhammad Iqbal, untuk meraih suara kaum milenial, harus ada strategi dan cara berbeda. Hal itu karena kaum milenial memiliki karakteristik yang apathetic (acuh tak acuh) dan kecenderungan berubah-ubah.

Dia mengatakan, mereka cenderung kurang memiliki perhatian penuh, sehingga antara mudah dan tidak untuk digiring ke arah pasangan calon tertentu. “Tetapi di sisi lain, mereka tergolong kelompok usia yang kreatif, inovatif, dan luar biasa,” tuturnya.

Menurut Iqbal, kaum ini lebih menyukai hal-hal baru yang membuat mereka merasa tertantang, dan tidak menyukai cara berpikir terlalu berat. “Dalam kamus berpikir mereka tidak ada yang berat. Jadi, semua politik harus didesain yang ringan,” terangnya.

Meskipun ada yang mengikuti pemberitaan seputar politik yang berat, imbuhnya, namun faktanya tidak semua gemar mengikutinya. Oleh karena itu, desain kampanye untuk para tokoh politik harus dibuat semenarik mungkin. “Buat video berdurasi satu menit saja, yang melibatkan konsep simpatik,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, langkah mencari simpatik kaum milenial mudah, tetapi perlu tim yang memantau spot dan momen yang pas. “Misalnya di jalan berlubang ada kecelakaan, cukup tokoh tersebut menolongnya. Lalu, diviralkan dengan caption yang menarik, tanpa embel-embel partai dan nomor urut,” kata Doktor lulusan Universitas Indonesia ini.

Iqbal menilai, konsep kampanye dengan menggunakan desain digital sangat berdampak dibandingkan menggunakan alat konvensional seperti baliho. “Cukup satu menit saja, sudah memiliki followers banyak,” imbuhnya.

Sampai saat ini, jumlah kaum milenial atau pemilih pemula yang ada di Jember mencapai 141.523 orang. Dari angka tersebut, jika dipersentasekan mencapai angka 7,59 persen dari jumlah total pemilih.

Menurut Divisi Teknis KPU Jember Habib M. Rohan, sejauh ini para pemilih pemula atau kaum milenial memiliki persentase yang tinggi. Hal itu menjadi kewajaran apabila para tokoh politik berebut simpati untuk mendapatkan suara.

Sejauh ini, kata Rohan, angka tersebut masih dalam proses perekapan oleh KPU Jember. “Angka tersebut secara kasar, meskipun lebih, tidak akan mencapai dua persen dari total angka itu,” pungkas Rohan. (mg6/c2/ram)

Reporter :

Fotografer : Istimewa

Editor : Rangga Mahardhika