Dinas Kesehatan Gandeng Swasta Perangi TBC

TANGANI TBC: Kabupaten Jember serius menangani penyakit tersebut dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

RADARJEMBER.ID – Kasus Tuber Culosis (TBC) di Kabupaten Jember tahun 2018 lalu menduduki peringkat kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Jawa Timur sendiri saat ini berada di urutan kedua se Indonesia setelah Jawa Barat.

Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Jember memberi perhatian serius terhadap penanggulan kasus TBC ini. Oleh karenanya dinas membangun kemitraan bersama pihak swasta dan membentuk Public Private Mix (PPM).

Leader Tim SA PPM TBC dr Heru Iskandar mengatakan, untuk tingkat kabupaten PPM ini sudah terbentuk sejak 2015 lalu. Sedangkan tingkat kecamatan baru terbentuk pada 2018.

“Penanganan TBC harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat. Hal ini secara berjenjang mulai dari pusat, daerah, kecamatan dan desa,” jelas Heru.

Terkait hal itu, dinas kesehatan melakukan monitoring dan evaluasi. Dinas mengundang tim PPM kecamatan di salah satu hotel di Jalan Gatot Subroto Jember, Kamis (14/3).

Dalam monitoring dan evaluasi itu, membahas apa yang dilakukan oleh Tim PPM kecamatan termasuk kendalanya. Selain itu, juga menetapkan solusi, serta menyusun rencana tindak lanjut untuk tahap berikutnya.

“Ketika ditemukan pasien TBC maka akan dilaksanakan tatalaksana pengobatan sampai pasien tersebut dinyatakan sembuh. Juga dilakukan investigasi kontak untuk mencari orang-orang yang berisiko tertular,” ujar Heru.

Dikatakannya, Januari sampai Februari 2019, di puskesmas wilayah barat, capaian kasus TBC meningkat. Di Puskesmas Sumberbaru mencapai 50%, Puskesmas Tanggul 62%, Puskesmas Bangsalsari 67%, Puskesmas Semboro 62%, Puskesmas Umbulsari 100% dan Puskesmas Rambipuji 76%.

“Harapannya seluruh masyarakat bisa membantu untuk mencari pasien TBC, sehingga dapat diobati sampai sembuh,” imbuhnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Solih