Hindari Pesaing, Jual Durian Malam Hari

TAK ADA PESAING: Penikmat durian, kini bisa menikmati durian di malam hari. Mereka bisa mendatangi lapak Amsori yang setiap malam menjajakan durian di Jalan Kalimantan.

RADARJEMBER.ID – Meski malam semakin larut dan pertokoan tidak lagi beroperasi, namun hal itu tak menjadi halangan bagi sebagian orang mencari penghasilan. Seperti yang dilakukan Amsori, warga Jl. Piere Tendean Gang Melon, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember. Suasana ramai di Jalan Kalimantan ia manfaatkan menjajakan durian.

Kenapa berjualan malam hari? Rupanya bapak empat anak ini memiliki alasan tersendiri. Salah satunya adalah menghindari persaingan. Karena di malam hari keberadaan pedagang durian sulit ditemui. “Kalau malam sepi, tidak ada pedagang durian. Itu justru menguntungkan, karena saya lebih leluasa menjual durian. Tidak ada pesaingnya,” ungkap Amsori.

Pria tersebut menempati emperan sebuah toko alat tulis dan kantor ternama di Jalan Kalimantan. Tak jauh dari Gedung DPRD Jember. Amsori memajang durian dagangannya, dan menunggu toko tersebut tutup. “Saya sudah izin ke pemilik toko untuk berjualan durian, pemilik toko tidak keberatan asal saya bisa menjaga kebersihan,” jelasnya.

Setiap malam, ia mengangkut durian menggunakan gerobak yang ditarik motor dari rumahnya. Rata-rata, setiap berjualan dirinya membawa 50 sampai 70 durian. Durian itu merupakan buah segar. “Karena setiap hari saya kulakan di Desa Pakis, Kecamatan Panti dan Rembangan, Kecamatan Arjasa,” tukasnya.

Menurutnya, harga buah beraroma menyengat tersebut bervariasi. Tergantung ukuran besar kecilnya. Paling murah dia mematok Rp 15 ribu, sedangkan yang termahal dihargai Rp 100 ribu per biji. Dari menggeluti bisnis durian di lingkungan kampus tersebut, Amsori setiap malam bisa meraup penghasilan kotor hingga Rp 1.000.000. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Solih