Dewan Seleksi Kemenag Belum Umumkan Tiga Besar

Tujuh Calon Rektor Dipanggil ke Jakarta

Hingga saat ini belum ada kabar yang jelas untuk tiga besar calon rektor IAIN Jember

RADAR JEMBER.ID – Pemilihan Rektor (Pilrek) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, seharusnya sudah mengerucut menjadi tiga kandidat. Pemilihan tersebut, dilakukan oleh dewan seleksi pusat yang dibentuk oleh Kementerian Agama (Kemenag). Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari dewan seleksi pusat.

Panitia Pilrek IAIN Jember, Abdus Syukur mengatakan, proses penyerahan nama calon rektor yang diserahkan kepada dewan seleksi Jakarta sesuai dengan rekomendasi senat. Yakni, delapan nama calon rektor yang sudah disepakati, selanjutnya akan dipilih tiga nama untuk dipilih jadi rektor.

Namun sampai saat ini, kata dia, panitia masih menunggu keputusan dari komisi seleksi pusat, karena belum ada kabar dari pihak Kemenag “Kami masih menunggu sampai saat ini. Dari Kemenag juga belum ada kabar. Padahal sering kami tanyakan,” kata Syukur kepada Radarjember.id.

Selama ini, kata dia, panitia sudah bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang sudah ditentukan dalam penyelengaraan pilrek. “Pengumuman ketiga nama calon rektor yang masuk tiga besar. Biasanya akan diumumkan secara resmi oleh panitia melalui website kemenag,” imbuhnya

Selain menunggu kabar tersebut, lanjut Syukur, beberapa bulan yang lalu ada tujuh nama kandidat, yang sudah dipanggil untuk menghadap pihak Kemenag di Jakarta, berkaitan dengan proses seleksi oleh dewan seleksi. “Kemarin memang sudah ada yang dipanggil ke Jakarta. Kurang lebih sekitar tujuh orang,” tandasnya

Pemanggilan tujuh nama tersebut, lanjut dia,  sempat menimbulkan tanda tanya, hal itu berkaitan dengan delapan nama calon rektor yang diajukan panitia lokal kepada komisi seleksi pusat. Namun, hanya tujuh orang yang dipanggil  “Setahu saya yang tidak dipanggil ke Jakarta hanya Pak Nur Sholihin, mantan wakil rektor satu,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi lebih jauh, Syukur  mengaku tidak mengetahui, mengapa ada bakal calon rektor yang tidak dipanggil ke Jakarta. Selama ini lanjut dia, segala administrasi yang menjadi syarat rektor sudah dipenuhi. “Saya kurang tahu ya, kenapa ada satu yang tidak dipanggil ke Jakarta,” terangnya

Meskipun belum pasti, kata Syukur, dugaan awal kenapa ada satu nama kandidat yang tidak dipanggil ke Jakarta, mungkin berkaitan dengan gelar doktoral yang baru saja disandang.“Memang Beliau baru dapat gelar doktor. Bisa jadi karena itu ya,” rekanya.

Sejauh ini, lanjut Syukur, panitia masih belum mengetahui secara pasti, penyebab dari tidak dipanggilnya salah satu calon rektor tersebut oleh perwakilan kemenag. “Ya sejauh ini kami juga belum tau pasti sih penyebabnya apa. Itu kan wewenang sana (dewan seleksi, Red).”  pungkasnya. (*)

Abdus Syukur for Radarjember.id

Reporter : Shodiq Syarief

Fotografer : Istimewa

Editor : Narto