Sukses, Aziz Jualan Cilok Pakai Sedan Hello Kitty

SUKSES: Meski profesinya cuma pedagang cilok, namun kehidupan Abdul Aziz berubah total. Kini dia bisa hidup lebih mapan dari hasil usahanya tersebut.

RADARJEMBER.ID – Dunia usaha memang dituntut kreatif dan inovatif. Selain persaingan yang ketat, inovasi dan kreativitas bakal mendukung perkembangan usaha itu. Inilah yang diterapkan oleh Abdul Aziz, warga Jalan Sriwijaya, Lingkungan Karangbaru, Kelurah Sumbersari, Kecamatan Sumbersari.

Untuk memikat calon pembeli, dia menyulap mobil sedannya menjadi gerobak berjualan cilok. Bahkan, dirinya tak hanya memodivikasi, tapi juga mengubah tampilannya lebih ngejreng. Pedagang yang setiap hari mangkal di depan Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Jalan Jawa tersebut, memenuhi tampilan eksterior mobil dengan gambar tokoh kartun hello kitty.

Menggunakan mobil sedan buatan Jepang keluaran tahun 2009, bapak tiga anak itu mengaku mengepras mobil kesayangannya tersebut sendiri, tanpa bantuan bengkel. “Ide jualan cilok pakai mobil ini muncul spontanitas agar tampil beda. Sedikit pun tidak ada rasa eman, karena memang untuk mencari uang,” ungkap Abdul Aziz.

Mobil itu cukup istemewa. Apalagi keseluruhan bodi mobil sengaja dibalut stiker cutting bermotif hello kitty warna merah muda. Selain itu, interior mobil tersebut juga dipasangi lima buah telivisi berukuran 6 inchi, 9 inchi dan 15 inchi, serta dua buah sound sistem.

Saat berjualan, Abdul Aziz dibantu seorang pekerja. Mereka menjajakan cilok di kawasan kampus sejak tahun 2005 lalu. Aktivitas itu berlangsung mulai pukul 09.00 sampai pukul 20.00 Wib. Di jam tersebut, dagangannya nyaris tak pernah sepi pembeli. Biasanya didominasi oleh anak kuliahan.

Awalnya, Abdul Aziz merintis usahanya itu memakai sepeda ontel. Berkat kerja keras dan pantang menyerah, kehidupan Abdul Aziz pun berubah. Kini di garasi rumah juragan cilok itu, tampak dari luar terparkir sebuah city car. Karena pendapatan kotor per hari, Abdul Aziz bisa meraup omzet hingga Rp 2.500.000. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Solih